Selebaran Uang untuk Suamiku, Potret Keteguhan di Dinding yang Sunyi

- Minggu, 18 Januari 2026 | 06:20 WIB
Selebaran Uang untuk Suamiku, Potret Keteguhan di Dinding yang Sunyi

Dinding tempat perlindungan itu sempit, mungkin cuma seluas kamar mandi standar. Tapi di sanalah Israa Jaber memajang sebuah gambar. Bukan foto keluarga atau pemandangan, melainkan potongan wajah dari selebaran yang berbeda. Selebaran itu sendiri adalah bagian dari operasi psikologis: dijatuhkan oleh tentara Israel, berisi iming-iming uang bagi siapa saja yang mau memberikan informasi tentang suaminya, Abu Ubaidah, sang juru bicara Al-Qassam.

Israa memungutnya. Alih-alih takut atau membuangnya, dia justru menggunting foto suaminya dari selebaran itu. Lalu, ditempelkannya potongan itu di dinding. Sebuah tindakan yang sunyi, tapi penuh makna. Seolah berkata, "Inilah suamiku. Dan aku tak menjualnya."

Namun begitu, nasib tak berjalan sesuai harapan. Pada akhir Agustus 2025, serangan udara Israel menghantam. Israa dan Abu Ubaidah yang bernama asli Huthaifa Al-Kahlout gugur. Mereka tidak sendiri. Tiga anak mereka juga syahid dalam serangan yang sama, menggenapkan tragedi itu.

Kisah singkat tentang selebaran dan gambar di dinding itu kemudian beredar di media sosial, diungkap oleh sebuah jaringan berita.

Narasi duka ini kemudian disandingkan dengan sebuah ayat. Sebuah pengingat tentang keyakinan yang mungkin menghibur mereka yang ditinggalkan.

وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

"Jangan sekali-kali kamu mengira orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Mereka hidup. Di sisi Tuhan mereka, mereka diberi rezeki."

Begitulah. Dari sebuah selebaran yang dijatuhkan dari langit, hingga potret di dinding yang menjadi saksi bisu sebuah keteguhan. Semuanya berakhir dalam sekejap, meninggalkan cerita yang lebih panjang dari usia dinding tempat perlindungan itu sendiri.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar