Narasi duka ini kemudian disandingkan dengan sebuah ayat. Sebuah pengingat tentang keyakinan yang mungkin menghibur mereka yang ditinggalkan.
وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
"Jangan sekali-kali kamu mengira orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Mereka hidup. Di sisi Tuhan mereka, mereka diberi rezeki."
Begitulah. Dari sebuah selebaran yang dijatuhkan dari langit, hingga potret di dinding yang menjadi saksi bisu sebuah keteguhan. Semuanya berakhir dalam sekejap, meninggalkan cerita yang lebih panjang dari usia dinding tempat perlindungan itu sendiri.
Artikel Terkait
Anggota DPR: Kewajiban Pulang Penerima Beasiswa Perlu Didahului Penyiapan Ekosistem Riset
Pengamat: Sikap Tegas Iran Soal Palestina Picu Propaganda Nuklir dan Tuduhan Palsu
Oknum Polisi Diamankan Usai Tembak Remaja di Makassar
Pertamina Pastikan Kapal dan Kru di Timur Tengah Aman, Siapkan Antisipasi Pasokan