Narasi duka ini kemudian disandingkan dengan sebuah ayat. Sebuah pengingat tentang keyakinan yang mungkin menghibur mereka yang ditinggalkan.
وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
"Jangan sekali-kali kamu mengira orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Mereka hidup. Di sisi Tuhan mereka, mereka diberi rezeki."
Begitulah. Dari sebuah selebaran yang dijatuhkan dari langit, hingga potret di dinding yang menjadi saksi bisu sebuah keteguhan. Semuanya berakhir dalam sekejap, meninggalkan cerita yang lebih panjang dari usia dinding tempat perlindungan itu sendiri.
Artikel Terkait
Antusiasme Konser Mewah vs Realita 171 Juta Penduduk Miskin
SP3 Eggi-Damai: Instruksi Istana yang Mengabaikan Aturan Hukum
Dari Brimob ke Medan Ukraina: Kisah Rio dan Taruhan Nyawa Sebagai Tentara Bayaran
Khamenei Tuding AS dan Israel Dalang Kerusuhan, Janji Pertanggungjawaban