Perkembangan pembangunan jembatan perintis pascabencana di Sumatera mulai menunjukkan titik terang. Satgas PRR melaporkan, upaya memulihkan konektivitas di Aceh, Sumut, dan Sumbar kini berjalan, meski dengan capaian yang beragam di tiap lokasi. Mobilitas penyintas bencana perlahan tapi pasti diharapkan bisa kembali normal.
Menurut Kasatgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, data per 3 Maret 2026 mencatat progres yang cukup signifikan. Pengerjaan yang ditangani TNI AD itu berjalan terus. Di Aceh misalnya, jembatan di Blang Teurekan sudah nyaris rampung, mencapai 95 persen. Sementara titik-titik lain seperti Sekrak Kiri (41,9%), Burni Bius (51,5%), hingga Kali Alas (57,6%) masih dalam pengerjaan.
"Namun, perlu diketahui sebelumnya, Satgas PRR telah menyelesaikan delapan jembatan perintis di Aceh,"
kata Tito dalam rilis tertulisnya, Rabu lalu.
Bagaimana dengan Sumatera Utara? Di sana, kondisi tak jauh berbeda. Beberapa jembatan sudah menembus angka 60-an persen, seperti di Sungai Onanamolo III (62,5%) dan Desa Sanawuyu (63,5%). Yang lain masih berkisar di angka 40-an hingga 50-an persen. Kabar baiknya, sebelum proyek ini berjalan, sudah ada lima jembatan perintis di Sumut yang berhasil diselesaikan lebih dulu oleh Satgas.
Lain cerita di Sumatera Barat. Progresnya terpantau agak lebih lambat. Dua jembatan di Sungai Batang Mangoi baru mencapai 51% dan 47%. Titik-titik lainnya, seperti di Alahan Panjang atau Batang Siat, masih di kisaran 30-an hingga 40-an persen.
Artikel Terkait
Mensos Kritik Ego Sektoral Data, Soroti Pentingnya Data Tunggal untuk Bansos
BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Biaya Rp 442 Juta untuk Ojol Korban Kecelakaan Kerja
Serangan Iran ke Teluk Picut Kecaman dan Perkuat Dukungan untuk AS-Israel
Gubernur Jateng Bantah Pernyataan Fadia, Klaim Tak Ada Bersamaan Saat OTT KPK