Gus Nadir Tuduh Trans7 Sengaja Hina Ponpes Lirboyo dan Kiai Anwar Manshur Demi Rating
Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Gus Nadir atau Nadirsyah Hosen, mencurigai adanya unsur kesengajaan dalam program Xpose Uncensored Trans7 yang diduga menghina pengasuh Ponpes Lirboyo, KH Anwar Manshur.
Melalui akun X pribadinya, Gus Nadir menyoroti peran Andi Chairil Edward, Direktur Produksi Trans7, yang dianggap bertanggung jawab. Ia menduga tayangan tersebut sengaja dibuat kontroversial untuk meningkatkan rating.
Mas @andi_chairil, anda dan @TRANS7 gak bisa hanya minta maaf. Ini bukan cuma khilaf. Ini sudah by design untuk menghina pesantren dan meruntuhkan marwah Kiai sepuh. Kalian sengaja membuat tayangan kontroversi demi rating kan. Jahat sekali anda, Mas?!
Nadirsyah Hosen (@na_dirs) October 14, 2025
Coba anda dengar kembali⦠https://t.co/xkenrwK8hB
Gus Nadir, yang juga profesor di Universitas Melbourne, menilai narasi dalam tayangan itu sangat merendahkan dan jahat. Ia pun melayangkan lima tuntutan tegas, termasuk:
- Pemecatan Andi Chairil dari posisi pimpinan redaksi Trans7.
- Pemecatan pembaca berita yang terlibat.
- Desakan kepada Chairul Tanjung untuk membenahi manajemen Trans7.
- Pembuatan tayangan berimbang yang membahas nilai-nilai pesantren.
- Ajakan bagi pemasang iklan untuk sementara waktu menghentikan iklan di Trans7.
Permintaan Maaf Trans7 dan Respons KPI
Acara Trans 7 yang diduga menyinggung Ponpes Lirboyo [YouTube]
Menanggapi kemarahan publik dan tagar boikotTrans7, Andi Chairil menyampaikan permohonan maaf resmi. Ia meminta maaf kepada KH Anwar Manshur, keluarga, dan seluruh civitas Ponpes Lirboyo, serta mengakui adanya kelalaian dalam proses sensor materi.
Sementara itu, Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, menyatakan bahwa pihaknya akan membawa kasus ini ke sidang pleno untuk menentukan sikap tegas terhadap Trans7.
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Pembobolan Toko Ayam Krispi di Makassar, Kerugian Capai Rp9 Juta
Mahasiswi Tewas Usai Motor Tabrakan dengan Truk Gandeng di Jombang
Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Watampone, Delapan Pelajar Diamankan Bersama Parang dan Busur
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin Tembus Final Indonesia Open 2026 Usai Kalahkan Senior