Di tengah hiruk-pikuk Bundesliga, ada cerita menarik yang datang dari seorang bek. Kevin Diks, andalan Timnas Indonesia yang membela Borussia Mönchengladbach, ternyata sedang menuliskan namanya dengan tinta emas. Hingga pekan ke-24 musim 2025/2026 ini, dia tercatat sebagai pemain Asia dengan gol terbanyak di liga top Jerman itu. Sebuah pencapaian yang tak banyak disangka, mengingat posisi aslinya di lini belakang.
Prestasi itu semakin gemilang setelah aksinya pekan lalu. Saat Gladbach berjumpa Union Berlin, Diks menjadi pahlawan kemenangan. Di detik-detik akhir pertandingan, tepatnya menit 90 4, ia maju dengan tenang menghadapi bola putih di titik penalti. Tendangannya mantap, menggoyang jala lawan. Gol tunggal itu sekaligus menjadi gol keempatnya musim ini.
Bayangkan saja, untuk seorang bek yang baru pertama kali merasakan kompetisi level tertinggi Jerman, empat gol dari 21 penampilan adalah angka yang fantastis. Di usia 29 tahun, Diks membuktikan bahwa kontribusi seorang pemain tak melulu soal posisi, tapi juga mental dan kualitas eksekusi.
Yang menarik, rekor Diks saat ini menyamai performa Ritsu Doan, winger Jepang dari Eintracht Frankfurt yang juga mengoleksi empat gol. Padahal, Doan adalah pemain depan yang tugas utamanya memang mencetak gol. Di sisi lain, Diks justru mengungguli beberapa nama Asia lain yang lebih diandalkan di lini serang.
Shuto Machino, striker Jepang, misalnya, baru mengantongi tiga gol. Begitu pula dengan gelandang Korea Selatan, Jens Castrop, yang baru sekali membobol gawang lawan. Posisi Diks di puncak daftar pencetak gol pemain Asia ini tentu mengejutkan banyak pihak.
Dan musim ini belum berakhir. Masih ada sekitar 12 pertandingan lagi yang harus dijalani. Peluang untuk menambah koleksi gol masih sangat besar, apalagi melihat kepercayaan yang diberikan pelatih. Diks kerap ditunjuk sebagai eksekutor penalti utama tim. Itu artinya, peluangnya untuk memperlebar jarak masih terbuka lebar.
Berikut peringkat sementara top skor pemain Asia di Bundesliga hingga pekan ke-24:
Kevin Diks (Indonesia): 4 gol
Ritsu Doan (Jepang): 4 gol
Suzuki Yuito (Jepang): 3 gol
Shuto Machino (Jepang): 3 gol
Lee Jae Sung (Korea Selatan): 2 gol
Jeong Woo Yeong (Korea Selatan): 2 gol
Jens Castrop (Korea Selatan): 1 gol
Jadi, mari kita tunggu saja. Apakah bek asal Indonesia ini bisa mempertahankan, atau bahkan memperkuat, posisi spesialnya di papan atas? Satu hal yang pasti, namanya sudah tercatat dalam sejarah.
Artikel Terkait
Mauricio Souza Kritik Kreativitas Lini Depan Meski Persija Taklukkan PSBS Biak
Marc Marquez Buka Peluang Pensiun Dini dari MotoGP Usai Musim 2026
Kemenpora dan Kemendikbudristek Sinergi Perkuat Ekosistem Olahraga Kampus
Inter Milan Satu Langkah Lagi Pastikan Scudetto Usai Bungkam Cagliari