Bitcoin Bertahan di Support Kunci USD 68.000 di Tengah Ketegangan Geopolitik

- Rabu, 04 Maret 2026 | 16:30 WIB
Bitcoin Bertahan di Support Kunci USD 68.000 di Tengah Ketegangan Geopolitik

Bitcoin lagi-lagi bergoyang. Dalam sehari terakhir, harganya ambles 1,3%, bertengger di angka USD 68.100. Tapi jangan buru-buru panik. Analis justru melihat posisi saat ini masih cukup kuat, karena BTC bertahan di support kunci USD 68.000 dan moving average 20 hari. Kalau level ini nggak jebol, peluang untuk rally menuju USD 71.000 bahkan USD 73.000 masih terbuka lebar.

Namun begitu, sentimen pasar secara keseluruhan masih kelabu. Total kapitalisasi pasar kripto ikut merosot 1,3%, tinggal USD 2,31 triliun. Dominasi Bitcoin sendiri tetap kokoh di level 59%.

Lalu, apa yang bikin pasar ciut nyali? Konflik di Timur Tengah masih jadi momok menakutkan. Harga minyak melesat ke atas USD 75 per barel setelah serangan AS dan Israel ke Iran berlanjut. Situasi yang makin panas ini bikin investor global memilih main aman, menjauhi aset berisiko tinggi.

Di tengah tekanan itu, kemampuan Bitcoin bertahan di USD 68.000 pada Selasa kemarin patut diacungi jempol. Sebelumnya, aset kripto andalan ini sempat nyaris sentuh USD 70.000 lho.

Panji Yudha, Financial Expert Ajaib, bilang pasar kripto memang sedang memangkas sebagian kenaikan dari awal pekan. "Ini terjadi di tengah konflik Timur Tengah yang masih berlangsung," ujarnya.

Faktor lain yang perlu diawasi adalah dolar AS yang semakin perkasa. Indeks dolar (DXY) merangkak naik ke 99,4 dari 96.6 dalam tiga pekan terakhir. Kenaikan ini menunjukkan banyak investor yang kabur ke aset safe haven seperti kas atau obligasi pemerintah. Dan sejarah membuktikan, saat dolar menguat, Bitcoin biasanya kesulitan untuk naik.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar