Arus mudik Lebaran tahun depan diprediksi bakal mengalami dua kali puncak. Ini bukan hal yang sepenuhnya baru, tapi polanya menarik untuk dicermati.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memimpin rapat persiapan mudik dan balik Lebaran 2026, menyampaikan analisisnya. Rapat lintas sektoral itu digelar untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat.
Menurut Sigit, gelombang pertama diperkirakan memuncak pada 14-15 Maret. Lalu, akan ada jeda singkat.
"Prediksi puncak arus mudik (gelombang pertama) ini kemungkinan terjadi di tanggal 14-15 Maret. Kemudian pemerintah melaksanakan WFH, biasanya antara tanggal 16 dan 17 (Maret). Sementara prediksi puncak arus mudik (kedua) ada di tanggal 18-19 Maret,"
Jelas Jenderal Sigit di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin (2/3/2026).
Kebijakan work from anywhere atau kerja dari mana saja oleh pemerintah disebutnya sebagai salah satu faktor yang membentuk pola ini. Intinya, orang punya fleksibilitas lebih untuk menentukan kapan berangkat.
Di sisi lain, jajaran kepolisian sudah menyiapkan skema pengamanan. Operasi Ketupat 2026 rencananya akan berlangsung cukup panjang, selama 13 hari penuh mulai 13 Maret hingga 25 Maret.
Nah, gelar pasukannya sendiri akan dilakukan lebih dulu, tepatnya pada Kamis, 12 Maret 2026. Persiapan dimulai sebelum arus benar-benar membludak.
Artikel Terkait
Dishub DKI Buka Pendaftaran Kartu Layanan Gratis di CFD Bundaran HI Minggu Ini
Bareskrim Gerebek Lima Gudang, Sita Ribuan Ponsel Ilegal
Australia Impor 250 Ribu Ton Urea dari Indonesia untuk Amankan Pasokan Pupuk
PIS Siapkan Rute Aman untuk Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz