Bocah 12 Tahun Tewas Bersimbah Darah Ditemukan di Bawah Kasur di Bandung Barat

- Rabu, 04 Maret 2026 | 16:25 WIB
Bocah 12 Tahun Tewas Bersimbah Darah Ditemukan di Bawah Kasur di Bandung Barat

Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun ditemukan tewas di rumahnya sendiri di Kampung Warung Tiwu, Desa Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (3/2/2026) lalu. Yang bikin pilu, sang ibulah yang menemukan jasad anaknya dalam kondisi yang sungguh mengenaskan.

Menurut sejumlah saksi, ibu korban baru pulang dari mengajar ngaji di madrasah. Seperti biasa, dia mencari anaknya. Tapi kali ini, tak ada sambutan. Pencarian dimulai dari lantai satu, lalu naik ke lantai dua. Kamar mandi kosong. Hingga akhirnya, pandangannya tertuju pada sebuah kasur yang posisinya terbalik di kamar atas.

Setelah dibuka, pemandangan mengerikan pun terhampar. Anaknya terbujur tak bernyawa, dengan tubuh bersimbah darah.

"Hasil olah TKP tim Inafis Satreskrim Polres Cimahi, ditemukan 4 luka di tubuh korban. Luka di leher, kemudian paling banyak di punggungnya,"

Demikian penjelasan Kapolsek Cipatat, Kompol Iwan Setiawan. Luka-luka sabetan itulah yang diduga menjadi penyebab kematian bocah kelas SD tersebut.

Ada satu hal lagi yang mencurigakan. Ponsel milik korban raib dari tempat kejadian. Hal ini tentu saja membuka berbagai kemungkinan motif. Namun begitu, polisi masih sangat berhati-hati. Kehilangan ponsel itu belum serta-merta mengarah pada pencurian dengan kekerasan. Semuanya masih dalam tahap penyelidikan.

"Untuk barang korban yang hilang itu HP-nya. Saat ini kami bersama Satreskrim Polres Cimahi langsung melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi untuk mengungkap kasus ini,"

Iwan menambahkan. Upaya untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan keji ini kini tengah digenjot. Masyarakat setempat pun didera duka dan kecemasan, menunggu titik terang dari penyidik.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar