Di sisi lain, kronologi kejadian diungkapkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa. Berdasarkan laporan dari menara kendali Makassar, pesawat sedang diarahkan untuk mendekati landasan pacu 21 Bandara Sultan Hasanuddin. Tapi ada yang tidak beres.
“Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya,” tulis Lukman dalam keterangan tertulisnya.
Karena itu, ATC pun memberi arahan kepada pilot untuk mengoreksi posisi. Beberapa instruksi lanjutan diberikan agar pesawat kembali ke jalur yang benar. Sayangnya, semua upaya itu berakhir dengan kesenyapan. Setelah arahan terakhir, komunikasi dengan kokpit terputus sama sekali. ATC pun tak punya pilihan selain mendeklarasikan fase darurat atau DETRESFA.
Hingga saat ini, pencarian masih berlangsung. Tim SAR gabungan dikerahkan menyisir area perbukitan Bantimurung yang terjal. Keluarga menunggu dengan harap-harap cemas, sementara langit di atas Maros perlahan mulai gelap.
Artikel Terkait
Kubah Masjid: Jejak Akulturasi Islam dan Kearifan Lokal Nusantara
Siap Sambut Imlek 2026, Ini Ucapan Bahasa Inggris yang Tak Biasa untuk Tahun Kuda Api
Isra Mikraj: Cermin Ujian Iman dalam Perjalanan Hidup Manusia
Dahlan Iskan dan Gelar yang Tak Pernah Diminta