Kabut masih menyelimuti perbukitan Maros, Sabtu siang itu, ketika kabar burung itu datang. Sebuah pesawat ATR 400, dalam penerbangan rutin dari Yogyakarta ke Makassar, tiba-tiba lenyap dari radar. Kontaknya putus. Dan kini, setelah beberapa jam mencekam, identitas sebelas orang yang ada di dalamnya akhirnya terungkap.
Mereka adalah delapan awak kabin dan tiga penumpang. Nama-nama itu tercatat dalam daftar resmi yang dikumpulkan pihak berwenang. Para kru yang bertugas adalah Capt Andy Dahananto, SIC FO Yudha Mahardika, XCU Capt Sukardi, FOO Hariadi, EOB Franky D Tanamal, EOB Junaidi, FA Florencia Lolita, dan FA Esther Aprilita S. Sementara tiga penumpangnya adalah Mr Deden, Mr Ferry, serta seorang bernama Yoga.
Kepala Basarnas Makassar, M Arif, membenarkan angka itu dengan nada berat.
“Delapan kru dan tiga penumpang yang ikut di atas on board, jumlahnya 11,” ujarnya kepada para wartawan yang sudah menunggu.
Menurut Arif, titik terakhir pesawat terdeteksi oleh Air Traffic Control berada di sekitar wilayah Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Timnya sudah bergerak cepat. “Tim kami tadi sudah satu ke sana dan sudah membuat satu posko, Posko SAR Gabungan di daerah Bantimurung,” jelasnya. Laporan pertama tentang hilangnya kontak ini diterima Basarnas sekitar pukul 13.17 WITA.
Artikel Terkait
Kubah Masjid: Jejak Akulturasi Islam dan Kearifan Lokal Nusantara
Siap Sambut Imlek 2026, Ini Ucapan Bahasa Inggris yang Tak Biasa untuk Tahun Kuda Api
Isra Mikraj: Cermin Ujian Iman dalam Perjalanan Hidup Manusia
Dahlan Iskan dan Gelar yang Tak Pernah Diminta