Di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan pentingnya persatuan. Acaranya adalah Konsolidasi Nasional PB SEMMI. Menurutnya, di tengah berbagai tantangan global terutama konflik yang memanas di Timur Tengah solidaritas seluruh elemen bangsa jadi kunci. Ia juga secara khusus mengajak kalangan mahasiswa untuk mendukung langkah-langkah pemerintah.
Hadir mendampingi Kapolri, sejumlah pejabat tinggi Polri seperti Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan dan Kadivhumas Irjen Johnny Eddizon Isir. Suasana pertemuan itu terlihat cukup hangat.
Sigit awalnya mengucapkan terima kasih atas undangan tersebut. Menurutnya, forum semacam ini mempererat silaturahmi antara kader SEMMI dan institusi Polri. "Ini menjadi kegiatan yang terus mempererat silaturahmi yang ada," ujarnya.
"Dan terus bersama-sama kita berjuang, bersama-sama mengisi dan membangun bangsa," tambah Kapolri.
Dia lantas mengingatkan tanggung jawab besar Polri. Mulai dari keamanan, penegakan hukum, sampai perlindungan masyarakat, semuanya berdasarkan amanat konstitusi dan semangat reformasi. Poinnya jelas: Polri tidak bisa dipisahkan dari perjuangan mahasiswa.
"Polri adalah anak kandung dari reformasi. Kami akan terus menjalankan amanah itu," tegas Sigit.
"Kami juga meminta kepada seluruh teman-teman aktivis untuk terus ikut menjaga institusi kami. Agar betul-betul bisa mewujudkan Polri yang civilian police sesuai harapan masyarakat," jelasnya lagi.
Lalu, pembicaraan beralih ke ranah global. Kapolri menyoroti upaya pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Tujuannya ganda: menjaga perdamaian dunia sekaligus mengatasi dampak krisis internasional. Fokusnya kini adalah mendorong kemandirian, lewat ketahanan pangan dan energi.
"Seluruhnya ini bisa kita lakukan kalau kita solid. Kita bersatu padu untuk kemudian bergerak bersama," ucapnya.
Di penghujung sambutan, ada pesan khusus untuk anak muda. Sigit mengingatkan tentang momentum bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2030-2035. Soliditas hari ini, katanya, adalah modal menuju Indonesia Emas 2045.
"Jangan sampai momentum ini lewat. Di situasi krisis yang ada, kita harus solid, bersatu. Membawa negara kita dari berkembang menjadi maju," pungkas Kapolri.
"Kita titipkan pada para generasi muda untuk bersiap. Menjadi calon-calon pemimpin pada saat Indonesia Emas di tahun 2045 nanti."
Artikel Terkait
Polres Serang Gelar Turnamen Mobile Legends untuk Pelajar, Wadah Positif Cegah Tawuran
Chelsea Kalahkan Leeds 1-0, Enzo Fernandez Bawa The Blues ke Final Piala FA
Lestari Moerdijat Dorong Partisipasi Masyarakat dan Data Akurat Perkuat Sektor Budaya dalam Pembangunan Nasional
Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Dugaan Pelecehan Santri, Polri Didorong Jemput Paksa di Mesir