Suasana di Masjid Al Ikhlas, Pantai Indah Kapuk, Jumat sore itu terasa berbeda. Lebih ramai dan penuh tawa. Ratusan anak yatim berkumpul, menanti buka puasa bersama dalam acara bertajuk 'Ikhlas Ramadan Berbagi'. Tapi sebelum adzan magrib berkumandang, mereka disuguhi serangkaian kegiatan yang seru dan mendidik.
Dari panggung, suara marawis dan tilawah Al-Qur'an bergantian menghangatkan suasana. Di sudut lain, anak-anak asyik mewarnai atau terpaku mendengarkan dongeng bernuansa Islami. Acara dirancang agar mereka merasakan keceriaan bulan suci, bukan sekadar menunggu waktu berbuka.
Puncak keseruan datang saat kuis interaktif digelar. Sorak-sorai pecah setiap pertanyaan dilontarkan. Hadiahnya? Tidak main-main. Panitia menyiapkan lima unit sepeda dan berbagai hadiah menarik lainnya untuk para pemenang.
Di balik keriangan itu, ada komitmen perusahaan untuk berbagi. Nono Sampono, Direktur Utama Agung Sedayu Group (ASG), hadir langsung menyaksikan kegembiraan tersebut.
"Tema kegiatan hari ini adalah Agung Sedayu Ikhlas Ramadan Berbagi. Ini merupakan bentuk kepedulian Agung Sedayu sebagai perusahaan untuk berbagi, khususnya kepada anak-anak yatim,"
ujarnya di lokasi acara.
Menurut Nono, sekitar 500 anak yatim dari kawasan PIK dan sekitarnya, bahkan dari wilayah Banten, diundang dalam kegiatan kali ini. Agenda yang disiapkan pun beragam, mulai dari tausiah, pertunjukan Islami, hingga lomba cerdas cermat.
"Kegiatan ini tidak hanya sekadar berbuka puasa bersama," jelasnya lebih lanjut. "Ini menjadi wujud perhatian dan komitmen perusahaan dalam memberikan pengalaman Ramadan yang hangat dan tak terlupakan."
Ia berharap santunan serta souvenir yang dibagikan bisa membawa manfaat dan semangat baru. Bagi ASG, nilai berbagi semacam ini bukanlah proyek insidental. Ini adalah prinsip yang melekat dalam cara perusahaan menjalankan bisnisnya.
"Perusahaan tidak hanya berfokus pada bisnis," tegas Nono. "Tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata dan memperkuat nilai kemanusiaan di tengah lingkungan sekitar."
Pada akhirnya, acara seperti ini diharapkan bisa menumbuhkan empati dan rasa syukur. Sebelum ditutup dengan buka puasa bersama yang khidmat, sebuah tausiah ringan mengingatkan semua yang hadir tentang keutamaan berbagi. Senyum lebar dan mata berbinar dari anak-anak itu, mungkin, adalah bukti nyata bahwa momen Ramadan mereka kali ini benar-benar berkesan.
Artikel Terkait
Menteri Pertahanan Israel: Tak Akan Ada Ketenangan di Beirut Selama Hizbullah Masih Serang
Remaja Tenggelam di Curug Rambukasang Brebes Ditemukan Tewas, Dua Teman Selamat
Polisi Tangkap Buronan Geng Motor ‘Calon Imam’ Pelaku Pembusuran Anak Panah di Makassar
Kebakaran Hebat di Kemayoran, 200 Personel Gabungan Dikerahkan Evakuasi Warga