Video itu beredar cepat di media sosial. Memperlihatkan seorang pria tunanetra yang terjatuh ke dalam selokan di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan. Adegan yang memilukan itu langsung memantik perhatian publik. Banyak yang mempertanyakan, di mana peran pendamping dari layanan Transcare milik Transjakarta saat kejadian?
Menanggapi gelombang kritik, manajemen Transjakarta akhirnya angkat bicara. Melalui Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat, Tjahyadi, mereka menyampaikan permohonan maaf yang resmi.
“Kami menyesalkan kejadian tersebut dan telah berkomunikasi dengan pelanggan. Transjakarta siap memberikan perhatian serta pendampingan kepada pelanggan yang bersangkutan,”
ujar Tjahyadi dalam pernyataannya, Senin (12/1).
Dia menegaskan bahwa komunikasi dengan korban telah dilakukan untuk memastikan dukungan yang dibutuhkan. Namun begitu, permintaan maaf itu tentu saja tak serta merta menghapus kejadian pahit yang sudah terlanjur terjadi.
Di sisi lain, janji perbaikan pun digulirkan. Tjahyadi menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Tujuannya jelas: memperketat standar pelayanan, khususnya bagi penumpang penyandang disabilitas, agar lebih manusiawi.
Artikel Terkait
Bentrokan di Pemakaman Tolikara Tewaskan Satu Warga, Empat Polisi Terluka
Damkar Makassar Aktifkan Tujuh Posko Siaga Antisipasi Kebakaran dan Kekeringan
Wali Kota Makassar Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
Mahfud MD Kritik Inflasi Pengamat Pro dan Kontra Pemerintah