Transjakarta Minta Maaf, Pria Tunanetra Terperosok Selokan Usai Turun dari Transcare

- Senin, 12 Januari 2026 | 16:12 WIB
Transjakarta Minta Maaf, Pria Tunanetra Terperosok Selokan Usai Turun dari Transcare

Video itu beredar cepat di media sosial. Memperlihatkan seorang pria tunanetra yang terjatuh ke dalam selokan di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan. Adegan yang memilukan itu langsung memantik perhatian publik. Banyak yang mempertanyakan, di mana peran pendamping dari layanan Transcare milik Transjakarta saat kejadian?

Menanggapi gelombang kritik, manajemen Transjakarta akhirnya angkat bicara. Melalui Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat, Tjahyadi, mereka menyampaikan permohonan maaf yang resmi.

“Kami menyesalkan kejadian tersebut dan telah berkomunikasi dengan pelanggan. Transjakarta siap memberikan perhatian serta pendampingan kepada pelanggan yang bersangkutan,”

ujar Tjahyadi dalam pernyataannya, Senin (12/1).

Dia menegaskan bahwa komunikasi dengan korban telah dilakukan untuk memastikan dukungan yang dibutuhkan. Namun begitu, permintaan maaf itu tentu saja tak serta merta menghapus kejadian pahit yang sudah terlanjur terjadi.

Di sisi lain, janji perbaikan pun digulirkan. Tjahyadi menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Tujuannya jelas: memperketat standar pelayanan, khususnya bagi penumpang penyandang disabilitas, agar lebih manusiawi.

“Saat ini kami melakukan evaluasi internal dan memperkuat kembali standar pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang,”

pungkasnya.

Kembali ke video yang viral tadi, narasi dari sang perekam justru memberi gambaran yang lebih runut. Katanya, pelanggan itu baru saja turun dari kendaraan Transcare. Tapi, dia tak diantarkan sampai ke titik yang benar-benar aman.

Padahal, si pelanggan konon sudah meminta tolong untuk didampingi sampai ke depan pintu tujuannya. Sayangnya, petugas yang bertugas hanya memberi arahan dari kejauhan. Tanpa pendampingan fisik, tanpa tangan yang menuntun. Akhirnya, ya itu tadi, pria malang itu terperosok ke dalam got.

Insiden ini, mau tak mau, menyisakan pertanyaan besar tentang komitmen nyata terhadap layanan inklusif. Janji evaluasi sudah diucapkan. Tinggal buktinya saja yang kita tunggu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar