Di Kota Pasuruan, Jawa Timur, ada seorang nenek berusia 85 tahun yang membuktikan bahwa impian menunaikan ibadah haji bukanlah hal mustahil. Namanya Mislicha, seorang penjual cilok kuah yang sudah berjualan selama lima puluh tahun. Meski hidup sederhana, tekadnya luar biasa. Tahun ini, dia resmi tercatat sebagai jemaah haji tertua asal Pasuruan yang akan berangkat ke Tanah Suci.
Kunci dari semua ini cuma satu: konsistensi. Setiap hari, dari hasil berjualan cilok keliling kampung, Mislicha menyisihkan uang receh sebesar sepuluh ribu rupiah. Tabungan kecil itu dia kumpulkan pelan-pelan, ditambah dengan ikut arisan warga. Semuanya demi satu tujuan.
"Uang pendaftaran awal sebesar Rp25 juta itu didapat dari tabungan bank hasil uang arisan dan sisa jualan cilok. Setiap hari saya sisihkan sepuluh ribu rupiah,"
kata Mislicha saat kami temui di rumahnya, Rabu lalu.
Perjalanan hidupnya tak mudah. Sudah 15 tahun dia ditinggal wafat suaminya. Sejak itu, dengan mendorong gerobak kecilnya, dia berjuang sendiri membesarkan delapan anak. Kini, di usianya yang senja, semangatnya justru makin membara. Dia masih terlihat bugar berkeliling menjajakan cilok di sekitar Jalan Patimura, Kecamatan Bugul Kidul.
Menurut catatan Kemenag setempat, Mislicha memang tercatat sebagai jemaah tertua untuk musim haji 2026 ini. Yang menarik, dia mendaftar sejak 2017 lalu. Rupanya, panggilan untuk berangkat datang lebih cepat dari yang dia kira.
Dan dia tak berangkat sendirian.
Mariatul Qibtiyah, putri bungsunya yang juga berjualan cilok, akan mendampingi sang ibu dalam perjalanan spiritual ini. Hebatnya, semua biaya untuk mereka berdua murni berasal dari hasil berjualan pentol cilok bertahun-tahun.
"Ya senang sekali, tidak menyangka bisa mendampingi ibu berangkat haji dari hasil jualan cilok bersama-sama,"
ungkap Mariatul, suaranya penuh haru.
Sebelum berangkat, Mislicha berencana mengadakan syukuran sederhana. Dia ingin meminta doa restu dari tetangga dan sanak keluarga. Nenek dengan 22 cucu ini akan tergabung dalam Kloter 10 Embarkasi Surabaya, yang rencananya berangkat Kamis depan.
Harapannya cuma satu: diberikan kesehatan dan kelancaran saat menjalankan rukun Islam kelima nanti. Kisah Mislicha ini benar-benar menunjukkan, dengan niat kuat dan kerja keras, jalan menuju Baitullah pasti akan terbuka, sekecil apa pun penghasilan kita.
Artikel Terkait
Mantan Satpam Bobol Rumah Majikan Usai Dipecat, Rugikan Rp40 Juta
Tiket Ludes H-3, Antusiasme Suporter PSM Makassar Meledak Jelang Laga Kandang
Ibu Korban Peluru Nyasar di Gresik Tangis di Hadapan DPRD Jatim
Bayern Munich Hadapi Real Madrid di Allianz Arena dengan Modal Agregat Tipis