“Skor akhir kalah, mungkin mereka tidak terima akhirnya meluapkan emosinya, hingga memasang petasan. Terjadi saling lempar, warga menyalakan kembang api ke arah massa, kemudian dibalas dengan lemparan batu ke rumah warga, hingga jendela kaca pecah,” ungkap Fauzan merinci kronologi.
Kekacauan itu berlangsung sekitar seperempat jam sebelum akhirnya bisa dilerai oleh polisi yang datang ke lokasi. Soal korban, ada satu orang yang terkena goresan cutter. “Sudah kami bawa ke RSUD Sawangan dan alhamdulillah tertangani dengan baik,” beber Kapolsek.
Meski situasi sudah kondusif, aparat gabungan TNI dan Polri masih terlihat berjaga di lokasi hingga larut malam. Fauzan tak henti-hentinya mengimbau semua pihak untuk menahan diri.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan suporter, baik The Jakmania maupun pendukung Persib, untuk menjaga kamtibmas. Olahraga itu sarana pemersatu, bukan pemicu keributan,” tutupnya.
Nyaris terlupakan, di balik keributan ini, ada satu hal yang jelas: dendam sepak bola sekali lagi merusak ketenangan permukiman warga. Jendela yang pecah mungkin bisa diperbaiki, tapi suasana saling curiga butuh waktu lebih lama untuk disembuhkan.
Artikel Terkait
Di Balik Gaduh KUHP Baru: Ketika Hukum Berubah Jadi Hantu di Ruang Publik
Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Pidie Aceh Pagi Ini
Jakarta Diguyur Hujan Sepanjang Hari, Waspada Petir Mengancam
ASEAN Buka Pintu untuk Mata Uang BRICS, Dominasi Dolar Mulai Tergoyang?