Richard Lee Buka Suara: Bukan Promosi, Tapi Cara Peduli
Niat baik kadang disalahartikan. Itulah yang kini dirasakan dokter kecantikan Richard Lee. Ia baru-besok ini mendapat hujatan karena sebuah unggahan di media sosial. Publik menudingnya memanfaatkan musibah banjir di Sumatra untuk kepentingan promosi produk skincare miliknya.
Semuanya berawal dari postingannya di Threads. Richard mengumumkan diskon besar-besaran untuk produknya, serba Rp 28 ribu. Tapi, ada catatan penting. Menurutnya, belanja di hari itu bukan cuma buat cantik, tapi juga buat bantu. Sebagian hasil penjualan akan ia salurkan sebagai donasi untuk korban banjir di Aceh, Medan, dan Padang.
"Besok ada produk serba 28 ribu. Belanja besok = cantik = bantu teman-teman kita. Sebagian hasil penjualan akan saya donasikan untuk korban banjir Aceh, Medan, dan Padang,"
Unggahan itu, yang dibuat Rabu (3/12), juga menyertakan foto-foto banjir yang memilukan. Nah, di sinilah masalah mulai muncul.
Alih-alih apresiasi, yang datang justru kritik pedas. Banyak netizen yang geram. Mereka menilai Richard tidak peka. Menjadikan penderitaan orang lain sebagai latar promosi dianggap tindakan yang tidak etis. Beberapa komentar bahkan menyindir, kenapa tidak langsung saja berdonasi? Untuk apa dikait-kaitkan dengan penjualan produk?
Tekanan itu akhirnya membuat Richard Lee angkat bicara. Melalui Instagram pada Selasa (2/12), ia memposting klarifikasi. Dalam unggahannya, ia menyertakan tangkapan layar komentar pedas seorang netizen, lalu membalasnya dengan panjang lebar.
"Bentuk kepedulian itu tidak selalu sama. Ada yang membantu langsung, ada yang membantu lewat tenaga, ada yang membantu lewat usaha yang mereka jalani,"
Ia berargumen bahwa caranya membantu sah-sah saja. Intinya, bantuan itu harus sampai. Menurutnya, yang paling penting adalah niat tulus di balik aksi tersebut dan manfaat yang akhirnya diterima oleh mereka yang terdampak.
"Yang penting adalah niat dan manfaatnya sampai,"
Sementara kontroversi ini berlangsung, gelombang solidaritas untuk Sumatra justru kian besar. Banyak artis dan publik figur lain yang turun tangan, baik dengan menggalang dana maupun terjun langsung ke lokasi bencana. Banjir besar yang melanda wilayah itu memang telah menyentuh hati banyak orang, memicu aksi-aksi sosial dari berbagai kalangan.
Jadi, apakah ini sekadar strategi pemasaran yang cerdas atau bentuk kepedulian yang berbeda? Tampaknya publik masih terbelah. Yang jelas, bencana di Sumatra telah membuka banyak percakapan, tidak hanya tentang solidaritas, tetapi juga tentang cara kita menyampaikannya.
Artikel Terkait
Penampilan Bad Angel Lisa BLACKPINK di Coachella 2026 Picu Perdebatan Netizen
Ribuan Jamaah Hadiri Pengajian 40 Hari Meninggalnya Vidi Aldiano di Jakarta
MNCTV dan GTV Gelar Festival Keluarga dan Aksi Sosial di Karawang
Manajer Ungkap Dampak Ekonomi Vonis 6 Tahun Nikita Mirzani: Kontrak Jangka Panjang Batal