Exxon dan Chevron Berbeda Sikap Soal Kembali ke Venezuela

- Minggu, 11 Januari 2026 | 21:25 WIB
Exxon dan Chevron Berbeda Sikap Soal Kembali ke Venezuela

JAKARTA – Darren Woods, CEO Exxon Mobil, punya kabar yang cukup mengejutkan. Di tengah situasi politik Venezuela yang baru saja berubah drastis, raksasa energi AS itu mengisyaratkan kemungkinan untuk kembali. Padahal, aset mereka di sana disita pemerintah hampir dua dekade lalu. Tapi, jangan bayangkan ini akan terjadi dalam waktu dekat.

Woods dengan tegas menyatakan, Venezuela saat ini sama sekali "tidak layak untuk investasi." Pernyataannya ini disampaikan dalam sebuah pertemuan tertutup di Gedung Putih dengan Presiden Donald Trump, yang diadakan secara mendadak. Pertemuan itu berlangsung kurang dari seminggu setelah Presiden Nicolas Maduro dilengserkan dari kekuasaannya.

“Aset kami sudah dua kali disita di sana. Jadi, Anda bisa bayangkan, untuk masuk kembali yang ketiga kalinya, harus ada perubahan yang sangat signifikan dari apa yang kita lihat secara historis,” ujar Woods, seperti dikutip Reuters.

Di sisi lain, ada nada yang berbeda dari Chevron. Wakil Ketua Chevron, Mark Nelson, yang duduk tak jauh dari penasihat Trump, Stephen Miller, justru bersemangat. Dia menyoroti sejarah panjang perusahaan itu di Venezuela selama seabad dan statusnya sebagai satu-satunya perusahaan minyak AS besar yang masih bertahan di sana.

Nelson mengatakan, Chevron siap mendongkrak produksi di usaha patungannya dengan PDVSA, perusahaan minyak negara, hingga dua kali lipat. Bahkan, dalam skema investasi mereka sendiri, produksi bisa naik 50% dalam waktu 18 sampai 24 bulan ke depan.

Namun begitu, Exxon punya syarat yang jelas sebelum menginjakkan kaki kembali. Woods menekankan, mereka butuh jaminan keamanan yang solid sebelum mengirim tim teknis untuk menilai kondisi lapangan. Selain itu, undang-undang hidrokarbon Venezuela harus direformasi untuk memberikan perlindungan investasi yang berkelanjutan.


Halaman:

Komentar