“Penting bagi kami untuk menempatkan tim guna menilai kondisi aset saat ini, memahami apa yang dibutuhkan untuk membantu memulihkan produksi,” jelasnya.
Sementara itu, ConocoPhillips, yang juga hadir dalam pertemuan itu, menyuarakan hal lain. CEO Ryan Lance mengatakan, jika PDVSA ingin menarik kembali investor seperti mereka, perusahaan milik negara itu mungkin perlu direstrukturisasi ulang. Dia juga menyerukan keterlibatan bank-bank, termasuk Exim Bank AS, untuk menyediakan pembiayaan yang dibutuhkan. Angkanya miliaran dolar, hanya untuk memperbaiki infrastruktur energi yang rusak.
Lance mengingatkan bahwa ConocoPhillips adalah salah satu kreditor non-negara terbesar Venezuela. Mereka, bersama Exxon, telah memenangkan arbitrase bernilai lebih dari 13 miliar dolar AS terkait nasionalisasi aset mereka dulu.
Menanggapi hal ini, Presiden Trump memberikan jaminan singkat. “Anda akan mendapatkan kembali sebagian besar uang Anda,” katanya kepada Lance. Trump berencana memulai dengan "kondisi yang setara," tanpa terlalu memikirkan kerugian yang dialami perusahaan-perusahaan di masa lalu.
Jadi, meski pintu kembali ke Venezuela mulai terbuka, jalan yang harus ditempuh masih panjang dan penuh syarat. Antara harapan dan kehati-hatian, itulah yang mewarnai langkah para raksasa energi AS ini.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Pidie Aceh Pagi Ini
Jakarta Diguyur Hujan Sepanjang Hari, Waspada Petir Mengancam
ASEAN Buka Pintu untuk Mata Uang BRICS, Dominasi Dolar Mulai Tergoyang?
Ketika Musibah Datang, Inilah Kunci Menghadapinya Menurut Al-Quran dan Hadits