Suasana di ruang rapat Komisi III DPR, Kamis lalu, mendadak tegang. Habiburokhman, sang ketua, tak segan mengusir perwakilan pengembang PT Hasana Damai Putra (HDP) di tengah rapat dengar pendapat umum. Penyebabnya? Pelanggaran terhadap tata tertib rapat yang dinilai Habiburokhman sudah keterlaluan.
Rapat yang digelar di Senayan itu sebenarnya membahas hal serius: tindak lanjut kasus penolakan akses ke musala di kawasan Perumahan Vasana dan Neo Vasana. Namun, jalannya diskusi justru berujung ricuh.
Habiburokhman membuka dengan pertanyaan pedas. Dia menuntut penjelasan, mengapa kesimpulan dari RDPU sebelumnya tak kunjung dilaksanakan oleh pengembang. Perwakilan HDP yang hadir tanpa menyebut namanya langsung menjadi sasaran.
Pengembang itu berusaha membela diri. Dia mencoba menyebutkan adanya protes dari sebagian warga cluster Vasana. Tapi, Habiburokhman langsung memotong.
Si perwakilan HDP bersikukuh bahwa penjelasannya perlu disampaikan. Namun, ketua komisi itu hanya punya satu pertanyaan yang berulang: "Mengapa Anda tidak laksanakan keputusan Komisi III?"
Artikel Terkait
Gagalnya Perundingan AS-Iran Dorong Harga Minyak Tembus US$100, Saham Migas RI Menguat
Foton eMiler, Truk Listrik dengan Kabin Lapang dan Akselerasi Halus, Siap Operasi di Indonesia
Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi Seminggu Usai Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,86 Juta per Gram, Harga Buyback Turun Rp42 Ribu