Pembakaran Waterpark di Kangean Sumenep Dipicu Kabar Penangkapan Nelayan
Sebuah aksi pembakaran terjadi di kawasan waterpark Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Selasa malam. Insiden ini berawal dari kesalahpahaman warga mengenai kabar penangkapan sejumlah nelayan oleh aparat keamanan.
Sebelum melakukan pembakaran, massa terlebih dahulu mendatangi Mapolsek Kangean untuk meminta klarifikasi. Mereka ingin memastikan informasi tentang penangkapan nelayan yang disebut sebagai provokator aksi pengusiran kapal milik perusahaan KEI yang sedang uji seismik.
Karena tidak puas dengan penjelasan polisi, massa kemudian bergerak ke waterpark yang berjarak sekitar 900 meter dari Mapolsek. Mereka membakar sejumlah bagian di area depan lokasi wisata tersebut.
Penjelasan Kapolres Sumenep Soal Penangkapan Nelayan
Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda, menegaskan bahwa kabar penangkapan nelayan tidak benar. Menurutnya, aparat hanya mengamankan beberapa warga untuk dimintai keterangan, bukan menahan mereka.
"Memang ada masyarakat yang diamankan, tetapi bukan ditangkap atau ditahan. Mereka hanya diminta klarifikasi dan kemudian dikembalikan setelah diberi pemahaman agar tidak berbuat anarkis," kata Rivanda pada Rabu.
Dia juga memastikan bahwa yang dibakar adalah waterpark, bukan kantor polisi. "Yang dibakar itu waterpark, bukan Polsek. Saya lihat sendiri ada kayu dan baliho di depan area waterpark yang sempat dibakar," ujarnya.
Situasi Kini di Pulau Kangean Sudah Kondusif
Keadaan sempat memanas sekitar pukul 21.00 WIB, namun berhasil dikendalikan melalui pendekatan persuasif. Rivanda menyatakan bahwa massa telah membubarkan diri pada pukul 21.30 WIB hingga 22.00 WIB.
Pascakejadian, aparat gabungan dari Polres Sumenep dan Kodim 0827/Sumenep melakukan patroli bersama untuk memastikan keamanan. Hingga Rabu pagi, situasi di Pulau Kangean dilaporkan telah kondusif dan tidak ada lagi kerumunan warga.
Penyelidikan dan Imbauan Kapolres
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa saksi dan rekaman video untuk mengetahui kronologi lengkap insiden ini.
Kapolres Rivanda mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan menyampaikan aspirasi melalui jalur yang benar. Kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.
Artikel Terkait
Pemuda di Jakut Ditahan Usai Suapi Ibu dan Dua Saudaranya Teh Beracun Tikus
Harley-Davidson Langka di IIMS 2026, Harga Bisa Tembus Rp1 Miliar
New START Berakhir, AS dan Rusia Masuki Era Tanpa Batasan Senjata Nuklir
Pemerintah Terbitkan PP Tanah Terlantar, Pemegang Izin Wajib Garap Lahan