Iran Tegas Tangani Unjuk Rasa, Trump Ancam Pukulan Keras

- Jumat, 09 Januari 2026 | 08:48 WIB
Iran Tegas Tangani Unjuk Rasa, Trump Ancam Pukulan Keras

Di markas PBB, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres turut angkat bicara. Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres mendesak Iran menghormati hak warganya untuk berunjuk rasa secara damai. Dia juga menekankan pentingnya mencegah korban jiwa bertambah.

“Setiap individu harus diizinkan untuk berunjuk rasa secara damai dan menyampaikan keluhan mereka,” ujar Guterres.

Sayangnya, imbauan itu sepertinya datang terlambat. Korban terus berjatuhan. Media lokal melaporkan seorang polisi bernama Shahin Dehghan tewas ditusuk saat berupaya mengendalikan kerusuhan di Malard, wilayah di barat Teheran. Kantor berita Fars menyebut upaya identifikasi pelaku masih berlangsung. Insiden ini memperpanjang daftar korban dalam aksi yang awalnya damai itu.

Bagaimana dengan WNI di Sana?

Lalu, bagaimana dengan warga negara Indonesia yang tinggal di Iran? Menurut Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, situasinya masih terkendali. Dari data per Juni 2025, ada 386 WNI di Iran dan semuanya dalam kondisi aman.

“Perkembangan situasi di Iran, sudah 10 hari ya demo-demo ini berlangsung dan sudah ada beberapa korban, tapi so far belum ada laporan WNI yang terdampak. Kondisi WNI masih baik di sana,” ujarnya dalam briefing pers di Jakarta.

Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan keamanan di Iran dengan cermat. Mereka mengikuti dinamika situasi dari waktu ke waktu, siap mengambil langkah jika diperlukan.

Jadi, untuk saat ini, kabar dari WNI di sana cukup melegakan. Meski keriuhan politik dan ekonomi terus bergulir, mereka masih bisa bernapas dengan lega.


Halaman:

Komentar