Iran Tegas Tangani Unjuk Rasa, Trump Ancam Pukulan Keras

- Jumat, 09 Januari 2026 | 08:48 WIB
Iran Tegas Tangani Unjuk Rasa, Trump Ancam Pukulan Keras

Gelombang unjuk rasa yang mengguncang Iran sudah memasuki hari kedua belas. Di tengah situasi yang memanas, pimpinan lembaga peradilan Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, mengeluarkan pernyataan tegas. Intinya, negara tak akan memberi toleransi sedikit pun pada apa yang disebutnya sebagai "perusuh".

Namun begitu, Ejei juga mengakui hak publik untuk menyuarakan protes. Pernyataannya ini disampaikan Senin lalu, menanggapi demonstrasi yang telah menyebar ke puluhan kota dan memakan korban jiwa.

"Saya menginstruksikan Jaksa Agung dan Jaksa Penuntut di seluruh negeri untuk bertindak sesuai hukum dan dengan ketegasan terhadap para perusuh dan pihak-pihak yang mendukung mereka, tanpa menunjukkan keringanan atau toleransi," kata Ejei, seperti dikutip kantor berita peradilan Mizan.

Meski demikian, Ejei menegaskan bahwa pemerintah Iran tetap mendengarkan suara para demonstran dan kritik mereka, serta membedakan antara para pemrotes dengan para perusuh.

Pernyataan dari Teheran itu muncul hampir bersamaan dengan cuitan keras dari Washington. Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran bakal "mendapat pukulan sangat keras" jika aparatnya membunuh lebih banyak demonstran. Ancaman itu dia sampaikan dari pesawat Air Force One, tak lama setelah AS melancarkan serangan ke Venezuela.

Semua ini berawal dari keresahan ekonomi. Aksi pertama pecah pada 28 Desember lalu, dimulai dari para pedagang di Teheran yang mogok kerja. Mereka protes harga melambung dan ekonomi yang mandek. Tapi perlahan, unjuk rasa itu merambat ke kota-kota lain. Tuntutannya pun berkembang, tak lagi sekadar soal roti dan telur, tapi sudah menyentuh ranah politik.

Menurut penghitungan AFP, demo telah menjalar ke 23 dari 31 provinsi di Iran, melibatkan setidaknya 45 kota. Uniknya, pusat keramaian justru banyak terjadi di kota-kota kecil dan menengah, terutama di wilayah barat negara itu.

Suara dari PBB dan Korban Berjatuhan


Halaman:

Komentar