Gatot Nurmantyo Desak Reformasi Total Polri: "Sudah Mirip Mafia Berseragam"
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo kembali membuat pernyataan tegas yang mengguncang publik. Ia secara khusus mendesak Presiden untuk segera melakukan reformasi besar-besaran terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Menurut Gatot Nurmantyo, Polri dinilai sudah jauh menyimpang dari semangat pengabdian kepada rakyat.
Dalam sebuah video yang diunggah di channel YouTube Hersubeno Point, Gatot Nurmantyo tidak ragu menyampaikan kritik pedasnya. Ia dengan tegas menyatakan, "Polri sekarang sudah mirip mafia berseragam." Pernyataan ini langsung menjadi sorotan dan viral di media sosial.
Gatot Nurmantyo lebih lanjut menyoroti berbagai kasus besar yang dinilai telah mencoreng citra kepolisian Indonesia. Ia menyebut rentetan kasus, mulai dari kasus Sambo hingga kasus Teddy Minahasa, sebagai bukti adanya penyimpangan yang sistemik.
Mantan Panglima TNI itu menilai, kepercayaan publik terhadap Polri kini memudar. Hal ini terjadi karena oknum aparat justru seringkali menjadi bagian dari masalah, bukan bagian dari solusi untuk masyarakat.
Gatot menegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk memulihkan kepercayaan publik adalah dengan melakukan pembersihan total dan pembenahan yang sistemik di tubuh Polri. Tujuannya agar institusi ini dapat kembali pada marwahnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Reformasi total Polri harus segera dilakukan. Kalau dibiarkan, Polri bisa kehilangan kehormatannya di mata rakyat,” tandas Gatot Nurmantyo.
Simak Video Lengkap Pernyataan Gatot Nurmantyo
Untuk mengetahui penjelasan lengkap dan langsung dari sumbernya, Anda dapat menyaksikan video pernyataan resmi Gatot Nurmantyo di bawah ini.
Artikel Terkait
Gubernur Sulsel Tinjau Banjir di Bone, Salurkan Bantuan Rp1 Miliar dan 500 Paket Sembako
Kadoppe Kini Hadir dengan Varian Durian, Inovasi Kue Tradisional Bugis-Makassar yang Kian Kekinian
23 Perwira Polres Naik Pangkat Jadi Brigjen, Kapolri Mutasi 108 Personel
The Jakmania Serahkan Surat Aspirasi ke PSSI soal Pernyataan Marc Klok