Di kantornya di Jakarta Barat, Sekjen Golkar Sarmuji mencoba meluruskan kekhawatiran yang beredar. Isunya tentang wacana mengembalikan Pilkada ke tangan DPRD. Banyak yang langsung teringat zaman Orde Baru, di mana peran publik hampir tak terdengar. Sarmuji dengan tegas membantah bahwa itu yang akan terjadi.
"Publik mungkin menyangka, ini mau kembali ke masa lalu. Partisipasi masyarakat nihil. Padahal, kalaupun nanti desainnya berubah dan melalui DPRD, sama sekali bukan seperti dulu," ujarnya pada Kamis lalu.
Menurutnya, justru sisi-sisi terbaik dari Pilkada langsung akan dipertahankan. Bahkan diakomodir dalam sistem yang baru.
"Golkar akan mengambil hal-hal baik dari pilkada langsung untuk dimasukkan ke sistem tidak langsung ini. Jadi jelas beda dengan zaman dulu," tambah Sarmuji, menegaskan.
Lalu, seperti apa partisipasi publik itu nantinya? Sarmuji memberi contoh konkret. Kampanye langsung ke masyarakat, katanya, tetap akan ada. Debat antar calon juga tidak akan dihilangkan. Proses penjaringan kandidat pun harus melibatkan publik secara luas.
"Rakyat tidak boleh ditinggalkan, meski pemilihan akhirnya lewat DPRD. Itu prinsip kami," jelasnya.
Artikel Terkait
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria Barru, Diduga Korban Tenggelam Saat Cari Kerang
Kisah Prajurit Ngatijan dan Ilmu Kebal yang Selamatkan Rekan dari Tembakan Belanda di Papua
Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Khusus untuk Berantas Penipuan Haji dan Umrah
Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja