Di kantornya di Jakarta Barat, Sekjen Golkar Sarmuji mencoba meluruskan kekhawatiran yang beredar. Isunya tentang wacana mengembalikan Pilkada ke tangan DPRD. Banyak yang langsung teringat zaman Orde Baru, di mana peran publik hampir tak terdengar. Sarmuji dengan tegas membantah bahwa itu yang akan terjadi.
"Publik mungkin menyangka, ini mau kembali ke masa lalu. Partisipasi masyarakat nihil. Padahal, kalaupun nanti desainnya berubah dan melalui DPRD, sama sekali bukan seperti dulu," ujarnya pada Kamis lalu.
Menurutnya, justru sisi-sisi terbaik dari Pilkada langsung akan dipertahankan. Bahkan diakomodir dalam sistem yang baru.
"Golkar akan mengambil hal-hal baik dari pilkada langsung untuk dimasukkan ke sistem tidak langsung ini. Jadi jelas beda dengan zaman dulu," tambah Sarmuji, menegaskan.
Lalu, seperti apa partisipasi publik itu nantinya? Sarmuji memberi contoh konkret. Kampanye langsung ke masyarakat, katanya, tetap akan ada. Debat antar calon juga tidak akan dihilangkan. Proses penjaringan kandidat pun harus melibatkan publik secara luas.
"Rakyat tidak boleh ditinggalkan, meski pemilihan akhirnya lewat DPRD. Itu prinsip kami," jelasnya.
Artikel Terkait
Iran Tegas Tangani Perusuh, Unjuk Rasa Bergulir ke 45 Kota
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Muhammadiyah dan NU Tegaskan Bukan Sikap Resmi
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik
Ketika Koruptor Beragama Islam, Mengapa Agamanya yang Diserang?