Cuaca ekstrem sempat mengganggu Bandara Juanda Surabaya pada Kamis lalu. Angin puting beliung yang melanda kawasan itu sempat membuat sejumlah aktivitas penerbangan berubah. Namun begitu, Kementerian Perhubungan lewat Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, memastikan situasi kini sudah aman dan terkendali.
Menurut Lukman, langkah-langkah mitigasi langsung dijalankan sesuai prosedur. "Seluruh langkah mitigasi dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama," tegasnya dalam keterangan resmi Jumat (9/1/2026).
Dampaknya waktu itu cukup terasa. Beberapa pesawat harus menunggu di udara (holding), baik yang mau datang maupun berangkat. Bahkan, sejumlah penerbangan terpaksa dialihkan. Penerbangan dari Balikpapan, Makassar, dan Jakarta, misalnya, mendarat di Bandara Ahmad Yani, Semarang, karena kondisi Juanda yang tak memungkinkan.
Maskapai seperti Lion Air, Garuda, dan Sriwijaya tercatat mengalami holding. Kabar baiknya, tidak ada laporan kerusakan pada pesawat-pesawat yang terdampak. Semua selamat.
Di sisi lain, area terminal juga kena imbasnya. Akses jalan masuk sisi utara Terminal 1 sempat kacau karena ada pohon tumbang dan rambu roboh. Beberapa mobil di area parkir tertimpa. Arus lalu lintas pun dialihkan sementara, meski sekarang sudah normal kembali. Untungnya, suasana di dalam gedung terminal tetap kondusif, tidak panik.
Proses pembersihan dan pemulihan langsung digeber dengan bantuan Lanudal Juanda, BPBD, dan tim internal bandara. Berbeda dengan Terminal 1, Terminal 2 nyaris tak tersentuh gangguan. Operasional di sana berjalan lancar, lalu lintas kendaraan baik, dan keamanan terjaga.
Nah, soal penumpang, pasti ada yang jadwalnya molor. Keterlambatan dialami beberapa penerbangan, termasuk Garuda, Citilink, Nam Air, dan Xiamen Airlines. Untuk hal ini, pihak bandara dan maskapai sudah mengaku menjalankan prosedur penanganan delay. Mereka memperbarui info di papan jadwal, memberi pengumuman, dan tentu saja mengatur kompensasi bagi penumpang yang berhak.
Lukman menegaskan komitmennya soal layanan ini. "Kami memastikan maskapai dan pengelola bandara melaksanakan penanganan keterlambatan penerbangan secara transparan dan sesuai ketentuan, termasuk penyampaian informasi yang jelas kepada penumpang," tuturnya.
Jadi, meski sempat dihantam puting beliung, kondisi Bandara Juanda perlahan sudah kembali pulih. Aktivitas penerbangan berjalan, dan yang terpenting, keselamatan tetap jadi patokan utama.
Artikel Terkait
175 Platform Digital Termasuk Netflix, PUBG, dan Shopee Serahkan Penilaian Mandiri ke Kemenkomdigi untuk Lindungi Anak
Pindad Ungkap Sunroof MV3 Garuda Limousine Ditambahkan Mendadak Tiga Hari Sebelum Pelantikan Prabowo
Bapanas dan Peternak Sepakati Harga Ayam Hidup Rp17.000–Rp17.500 per Kilogram, Target Pulih ke Rp19.500
Harga Pangan Nasional Mulai Terkoreksi, Cabai Rawit Hijau Turun Hingga 8,76 Persen