Terus, Salah Islam Gitu…?
✍🏻 Azwar Siregar
Saya selalu geleng-geleng melihat model kedunguan yang permanen. Ambil contoh Admin Katakita atau Luthfi Assyaukanie. Pola pikir mereka itu, lho, bikin heran.
Memangnya apa hubungannya seorang koruptor dengan agamanya? Coba pikir.
Ada menteri agama korupsi, kebetulan dia muslim, lalu kenapa Islam-nya yang diserang? Apa jadi menteri agama lantas jadi tolok ukur keimanan seseorang? Rasanya tidak sesederhana itu.
Di sisi lain, kalau kita amati dalam konteks bernegara, Islam selama ini seringkali cuma jadi identitas. Sekadar label belaka!
Kalau memang mau menyalahkan Islam, coba kita terapkan saja hukum Islam secara nyata dalam negara ini.
Misalnya, pencuri biasa saja hukumannya potong tangan. Apalagi koruptor, bisa-bisa dihukum mati!
Tapi kenyataannya? Islam cuma jadi label dan identitas. Tidak lebih. Hukum Islam tidak pernah benar-benar dijalankan dalam tata negara kita.
Nah, giliran ada pejabat yang kebetulan muslim melakukan korupsi, kok malah Islam yang disudutkan? Lucu, ya.
Saya cuma bisa tertawa. Ini kan kebodohan yang dipertontonkan berulang-ulang oleh mereka yang phobia terhadap Islam.
"Koruptor banyak yang beragama Islam."
"Mayoritas penduduknya muslim, tapi negaranya melarat."
Pertanyaannya sebenarnya simpel: Adakah hukum Islam yang diterapkan secara serius di sini?
Jawabannya jelas: tidak ada.
Islam cuma label. Cuma identitas. Cuma tercantum di KTP!
Jadi, kalau negara ini gagal, korupsi merajalela, kemiskinan tak kunjung teratasi, dan kerusakan moral makin menjadi-jadi… salahkan siapa?
Salahkan sistem negara warisan penjajah Belanda yang kita pakai. Salahkan konsep negara yang disusun oleh kelompok-kelompok sekuler.
Maaf, tapi hukum Islam tidak pernah dipakai oleh negara ini. Sekalipun mayoritas penduduk dan pejabatnya muslim.
Coba bayangkan, andai saja tujuh kata dalam Piagam Jakarta dulu tidak dihilangkan. Saudara-saudara non-muslim juga tak perlu khawatir berlebihan.
“Kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.”
Mungkin saja, dengan itu, para koruptor sudah dihukum mati atau minimal dipotong tangannya.
Tapi ini kan tidak. Hukum Islam tidak dipakai. Giliran pejabat muslim korupsi, agamanya yang disalahin. Ya, memang…
Artikel Terkait
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sulsel Cerah Berawan, Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan Ringan-Sedang
Ana/Trias Taklukan Wakil India, Lolos ke 16 Besar Indonesia Open 2026
Ribuan Ikan Mati Mendadak di Saluran Irigasi Karawang, Warga Berbondong Ambil Ikan Hanyut
Bone Pertahankan Opini WTP dari BPK untuk Ke-11 Kali Berturut-turut