Lingkungan sekitar kita punya pengaruh yang luar biasa. Coba deh, kalau kita dikelilingi orang-orang yang suportif dan berpikiran positif, rasanya jatuh bangun jadi lebih ringan. Tapi, kalau lingkunganmu kurang mendukung, ya mulai dari diri sendiri. Bangunlah percakapan yang baik dengan dirimu. Kata-kata yang kita ucapkan pada diri sendiri itu punya kekuatan, lho. Bisa menyemangati, tapi juga bisa meruntuhkan.
Jangan lupa, istirahat itu bukan kemewahan. Itu kebutuhan. Memaksa diri terus-terusan tanpa jeda justru bisa mematikan semangat. Beri apresiasi pada diri sendiri untuk setiap usaha yang sudah dilakukan, sekecil apapun itu. Istirahat bukan tanda kelemahan, melainkan strategi untuk mengisi ulang tenaga sebelum kembali berjalan.
Pada akhirnya, motivasi yang sejati bukan tentang selalu merasa semangat 24 jam. Bukan. Ini tentang kemampuan untuk tetap melangkah, meski di dalam hati ada ketakutan dan keraguan. Setiap hari adalah halaman baru. Selama kita masih mau mencoba, harapan akan selalu punya cara untuk menemukan kita.
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Muhammadiyah dan NU Tegaskan Bukan Sikap Resmi
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik
Ketika Koruptor Beragama Islam, Mengapa Agamanya yang Diserang?
Asia Timur dan Pasifik: Lapangan Kerja Tumbuh, Tapi Kualitasnya Tergerus