Bau menusuk masih menyergap di sekitar Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat pagi itu. Warga sekitar mengeluh, sumbernya jelas: gunungan sampah yang kian membesar di belakang pasar. Rupanya, truk pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup jumlahnya menyusut drastis, jadi sampah pun menggunung tak terangkut.
Pantauan di lokasi sekitar pukul setengah sepuluh pagi memperlihatkan pemandangan yang suram. Tumpukan sampah itu begitu tinggi, nyaris menyamai separuh badan tiang lampu jalan. Lebih parah lagi, tembok pembatas yang mestinya memisahkan area pasar dari permukiman warga sudah jebol. Sampah-sampah itu menggunung dan sebagian bahkan mengalir jatuh ke arah rumah-rumah penduduk.
Di sisi lain, upaya pembersihan tampak sedang berjalan. Beberapa alat berat seperti eskavator dan truk pengangkut terlihat sibuk beroperasi di tengah tumpukan yang bau itu. Mereka berusaha mengangkut sedikit demi sedikit gunungan yang sudah telanjur menumpuk.
Menurut pengelola pasar, masalah ini bukan hal baru. Agus Lamun, Manajer Pasar Induk Kramat Jati, mengaku penumpukan sudah berlangsung sejak November tahun lalu. Artinya, kondisi ini terbawa hingga masuk tahun baru.
"Jadi memang penumpukan ini terjadi satu bulan belakangan ya. Kira-kira itu di bulan November dan Desember,"
Agus kemudian menjelaskan akar masalahnya. Biasanya, ada sekitar lima belas truk dari DLH yang rutin beroperas. Namun belakangan, jumlahnya merosot tinggal tujuh atau delapan armada saja.
"Belakangan di bulan terakhir ini pengiriman armada itu hanya sekitar tujuh-delapan armada. Nah, oleh karenanya, terjadi deposit sampah,"
Kata "deposit" yang ia sebut terdengar halus, tapi realitas di lapangan jauh lebih keras. Warga harus menahan bau dan pemandangan yang tak sedap, sementara solusi permanen sepertinya masih harus ditunggu.
Artikel Terkait
BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp281 Juta untuk Ahli Waris Petugas PPSU Tewas Kecelakaan Kerja
Shelter Indonesia Transformasi dari Penyedia Tenaga Kerja ke Ekosistem Operasional Terintegrasi
Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Mahasiswi
Pakar Hukum dan Pengamat Politik Dilaporkan ke Polisi Atas Ujaran Kritis