Lebih jauh, Ghufroni menyentil soal arahan Presiden. Ia menegaskan kepolisian semestinya patuh pada pesan Prabowo Subianto sebagai pemimpin tertinggi yang membawahi mereka. Presiden sudah berulang kali mengingatkan agar aparat tidak mencari-cari kesalahan warga, apalagi dengan pendekatan pidana.
“Semestinya polisi juga mendengar arahan Presiden,” ucap Ghufroni.
“Kasihan rakyat biasa,” tambahnya. Mereka dibuat seolah-olah bersalah, padahal masalahnya bisa diselesaikan dengan cara lain, di luar jalur pidana.
Pernyataan Ghufroni ini mengingatkan pada pidato Prabowo beberapa waktu lalu. Dalam sebuah acara penyerahan uang hasil korupsi, Presiden secara terbuka mengingatkan jajaran kepolisian dan kejaksaan.
“Saya ingatkan terus Kejaksaan, Kepolisian, jangan kriminalisasi sesuatu yang tidak ada untuk motivasi apa pun,” kata Prabowo kala itu.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menekankan pentingnya nurani dalam penegakan hukum. “Penegak hukum harus punya hati. Jangan istilahnya, 'tumpul ke atas, tajam ke bawah.' Itu zalim, itu angkara murka, jahat,” tutur Prabowo.
Nah, sekarang bola ada di pihak kepolisian. Bagaimana mereka menanggapi kritik dari kuasa hukum sekaligus arahan langsung dari Presiden sendiri? Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Tolak Proyeksi Bank Dunia, Sebut Pertumbuhan RI 2026 Bisa Tembus 5%
Pengamat: Iran Berjuang Pertahankan Martabat, Dukungan Internal Menguat
Jenazah Lansia Pemulung Ditemukan dalam Reruntuhan Gubuk Terbakar di Antang
Pemuda di Makassar Aniaya Ibu Kandung Usai Ibu Marahi Nenek