Pengamat Intelijen: Indonesia Harus Siaga, Serangan AS ke Venezuela Bisa Jadi Presiden Berbahaya
Laporan tentang serangan Amerika ke Venezuela dan penangkapan Presiden Maduro bukan cuma berita panas. Bagi Amir Hamzah, seorang pengamat intelijen dan geopolitik, ini adalah alarm keras. Indonesia, katanya, perlu segera meningkatkan kewaspadaan strategisnya. Dunia lagi tidak baik-baik saja, dan peristiwa di Amerika Selatan itu bisa jadi pertanda perubahan besar tatanan global.
Bayangkan saja. Kalau benar sebuah negara adidaya bisa seenaknya melancarkan operasi militer dan menyergap kepala negara lain, lalu apa jadinya? Itu preseden yang sangat berbahaya. Prinsip kedaulatan negara yang selama ini jadi dasar hubungan internasional bisa langsung rontok.
Menurutnya, narasi penegakan hukum internasional tiba-tiba bisa berubah jadi alat legitimasi yang mematikan. Kalau dibiarkan, tatanan dunia pasca Perang Dunia II yang sudah rapuh itu berpotensi ambruk total.
Dan urusannya nggak cuma sampai di situ. Tindakan semacam ini, jika dikonfirmasi dan dibiarkan, membuka pintu lebar-lebar. Negara kuat lain bisa saja meniru, mengintervensi negara yang dianggap "bermasalah" atau berseberangan kepentingan.
Artikel Terkait
Di Balik Stereotip Manja: Kesepian yang Tak Terungkap dari Anak Bungsu
Retret Kabinet Berakhir, Prabowo Apresiasi Inisiatif Menteri dan Sinyalkan Optimisme 2026
Pikiran Kita, Peta Mereka: Ketika Algoritma Menggambar Ulang Realitas
Pemerintah Segera Cairkan Kompensasi untuk Korban Banjir Sumatera