Di tengah ketegangan global yang memanas akibat konflik di Timur Tengah, pemerintah Indonesia justru menyuarakan optimisme. Klaimnya, ketahanan pangan dalam negeri berada dalam posisi yang kuat dan aman. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, atau yang akrab disapa Zulhas.
Menurutnya, pemerintah berhasil mengakselerasi program-program prioritas di sektor pangan dengan cukup impresif. Salah satu capaian yang dia sebut adalah swasembada pangan. “Kita sudah swasembada pangan, alhamdulillah,” ujar Zulhas.
Dia melanjutkan, “Kalau makan aman kita, walaupun ada masalah di internasional, geopolitik, ada peperangan, tapi soal makan aman. Stok beras kita melimpah dan lain-lain lebih dari cukup ya, karena antisipasi yang tepat tadi.”
Pernyataan itu disampaikannya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa lalu. Zulhas tampak percaya diri. Dia menilai kesiapan Indonesia jauh lebih baik dibanding banyak negara lain yang masih kelabakan menghadapi tekanan global ini. Meski begitu, dia mengakui bahwa dampak situasi internasional tetap terasa di beberapa sektor, hanya saja fondasi pangan kita dinilai kokoh.
Kokohnya fondasi itu, lanjut Zulhas, tidak datang begitu saja. Ia dibangun dari serangkaian penguatan menyeluruh. Mulai dari sektor pangan pokok, peternakan, perikanan, hingga perdagangan. Tak ketinggalan, program strategis seperti hilirisasi dan Makan Bergizi Gratis (MBG) disebutnya sebagai pilar penting untuk menjaga stabilitas nasional di masa penuh ketidakpastian ini.
Artikel Terkait
PMJS Amankan Kontrak Rp10,83 Triliun untuk Suplai 20.600 Truk Ringan
Wall Street Tertekan Jelang Tenggat Trump ke Iran, Sektor Teknologi Anjlok
Pendapatan SSIA Anjlok 30%, Rugi Bersih Rp89,4 Miliar di 2025
Sari Roti Bagikan Dividen Rp450 Miliar, Yield Capai 10,6%