Dari podium di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik pedas terhadap cara berpikir pembangunan yang selama ini dominan. Menurutnya, fokus yang berlebihan pada angka pertumbuhan ekonomi semata sudah saatnya dipertanyakan ulang.
Pidato itu disampaikannya Senin lalu, dalam acara Peresmian 166 Sekolah Rakyat. Suasana di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosian (BBPPKS) itu hangat, dihadiri perwakilan dari 34 provinsi.
Prabowo secara khusus menyasar pemikiran neoliberal. Gagasan bahwa kesejahteraan akan otomatis "menetes ke bawah" jika pertumbuhan ekonomi dijaga, ia anggap sebagai teori yang jauh dari realitas.
Ucapannya blak-blakan, disambut riuh tepuk tangan. Baginya, pendekatan semacam itu jelas tidak cocok untuk Indonesia. Negeri ini punya sejarah panjang sebagai bangsa terjajah yang merdeka lewat perjuangan berdarah-darah.
Artikel Terkait
DPR Klaim Pasal Penghinaan di KUHP Bukan untuk Membungkam Kritik
Guru Temukan Kamera Tersembunyi di Toilet Wanita Pantai Seruni, Pelaku Petani Rumput Laut Ditangkap
Presiden Prabowo Tiba di Moskow, Segera Temui Putin untuk Perkuat Kerja Sama Bilateral
Mahasiswa Calon Pastor Hilang Tenggelam di Danau Toba, Pencarian Berlanjut