Ia mengingatkan sebuah fakta pahit. Saat kemerdekaan diraih, mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kondisi serba kekurangan. Hampir tak punya apa-apa.
Nah, di titik inilah peran pemimpin menjadi krusial. Prabowo menegaskan, tanggung jawab utama para pemimpin adalah memastikan kemakmuran itu benar-benar sampai ke tangan orang kecil. Bukan sekadar angka di atas kertas.
Ia menutup dengan penekanan pada keberanian.
Pidato itu seperti tamparan. Sebuah ajakan atau lebih tepatnya, seruan untuk menggeser paradigma. Dari sekadar mengejar pertumbuhan, menjadi memastikan keadilan.
Artikel Terkait
KPK Periksa Wakil Katib PWNU DKI Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kantor Gubernur DIY Uji Coba Larangan Kendaraan Pribadi bagi ASN
Truk Kontainer Terseret Banjir, Jalan Cakung Cilincing Lumpuh Total
Yaqut Ditahan, Erick Sitompul Soroti Kinerja KPK dan Polemik Kuota Haji