Ia mengingatkan sebuah fakta pahit. Saat kemerdekaan diraih, mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kondisi serba kekurangan. Hampir tak punya apa-apa.
Nah, di titik inilah peran pemimpin menjadi krusial. Prabowo menegaskan, tanggung jawab utama para pemimpin adalah memastikan kemakmuran itu benar-benar sampai ke tangan orang kecil. Bukan sekadar angka di atas kertas.
Ia menutup dengan penekanan pada keberanian.
Pidato itu seperti tamparan. Sebuah ajakan atau lebih tepatnya, seruan untuk menggeser paradigma. Dari sekadar mengejar pertumbuhan, menjadi memastikan keadilan.
Artikel Terkait
Puan Maharani Desak Percepatan Kesejahteraan Guru Honorer yang Puluhan Tahun Mengabdi
Islah Bahrawi Soroti Anomali Visi Prabowo dalam Buku Paradoks Indonesia
Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Kubu Raya, Tak Ada Laporan Kerusakan
DPR Klaim Pasal Penghinaan di KUHP Bukan untuk Membungkam Kritik