Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin, menguat 44,3 poin atau 0,72 persen ke level 6.206,35. Momentum kenaikan ini terutama didorong oleh aksi beli pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar yang merespons positif kebijakan baru pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE).
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu motor penggerak utama setelah harganya melesat 3,4 persen ke Rp6.100, berhasil keluar dari tekanan di bawah level psikologis 6.000. Di sisi lain, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turut menguat 2,4 persen dan ditutup pada posisi Rp4.220.
Kinerja positif juga terpantau pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang naik 3,9 persen ke Rp3.170, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang menguat 2,9 persen ke Rp3.890. Penguatan di sektor perbankan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap laju indeks secara keseluruhan.
Sepanjang sesi perdagangan, total volume saham yang diperjualbelikan mencapai 261 juta lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,06 juta kali. Nilai transaksi yang tercatat pun cukup besar, yakni mencapai Rp15,59 triliun, menunjukkan tingginya aktivitas pelaku pasar.
Sejalan dengan menguatnya saham-saham unggulan, indeks IDX30 dan LQ45 juga mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 1,62 persen dan 1,74 persen. Kondisi ini mengonfirmasi bahwa penguatan IHSG memang ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar atau blue-chip.
Namun, tidak semua indeks mengalami nasib serupa. Indeks JII dan ISSI yang mengukur kinerja saham-saham syariah justru terkoreksi, masing-masing turun 0,23 persen dan 0,10 persen. Sementara itu, subindeks SRI-KEHATi mencatatkan lonjakan signifikan hingga 2,74 persen.
Dari sisi sektoral, pergerakan terlihat beragam. Sektor transportasi menjadi yang tertinggi dengan kenaikan 3,8 persen, didorong oleh penguatan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) sebesar 3,5 persen. Sektor keuangan juga tak kalah impresif dengan menguat 1,4 persen berkat lonjakan harga saham perbankan.
Di sisi lain, sektor energi justru menjadi pemberat laju IHSG lebih tinggi setelah mengalami penurunan hingga 2 persen. Tekanan utama berasal dari saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang ambles 11,9 persen dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melemah 7,6 persen.
Dalam jajaran top gainers, saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) memimpin dengan lonjakan 22,3 persen ke Rp2.520. Disusul oleh PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) yang naik 18,6 persen ke Rp2.480, dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) yang menguat 9,0 persen ke Rp1.935.
Sementara itu, posisi top losers diduduki oleh PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) yang terjun 13,5 persen ke Rp1.470. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga masuk dalam daftar tersebut dengan pelemahan 11,9 persen ke Rp480, diikuti oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) yang turun 11,4 persen ke Rp775.
Artikel Terkait
Pahami Kode 10 Digit Waran Terstruktur Sebelum Bertransaksi, Ini Cara Bacanya
BISI International Bagikan Dividen Rp78 Miliar untuk Tahun Buku 2025
ISSP Siapkan Buyback Rp200 Miliar, Respons Harga Saham yang Tertekan
Gubernur The Fed Christopher Waller Serukan Penghapusan Bias Pelonggaran, Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga