IHSG Ditutup Menguat 0,72 Persen ke 6.206,35 pada Perdagangan Perdana Pekan Ini

- Senin, 25 Mei 2026 | 16:50 WIB
IHSG Ditutup Menguat 0,72 Persen ke 6.206,35 pada Perdagangan Perdana Pekan Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan perdana pekan ini di zona hijau, mencatatkan penguatan sebesar 44,30 poin atau 0,72 persen ke level 6.206,35 pada Senin (25/5/2026). Pergerakan indeks sepanjang hari menunjukkan dinamika yang cukup menarik, di mana IHSG sempat tertekan pada awal sesi sebelum akhirnya berbalik menguat dan bertahan di area positif hingga penutupan. Level terendah indeks tercatat di 6.124,58, sementara posisi tertingginya menyentuh angka 6.239,59.

Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari itu terpantau cukup ramai. Total volume perdagangan mencapai 25,49 miliar lembar saham dengan nilai transaksi menembus Rp16,79 triliun yang berasal dari 2,03 juta kali frekuensi transaksi. Kapitalisasi pasar BEI pun tercatat sebesar Rp10.696 triliun, mencerminkan optimisme pelaku pasar yang cukup solid meskipun terdapat tekanan di beberapa sektor.

Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas indeks sektoral yang menghijau. Sektor transportasi menjadi pemimpin penguatan dengan melesat 3,83 persen, diikuti sektor keuangan yang naik 1,42 persen, properti menguat 1,29 persen, non-primer 1,09 persen, perindustrian 0,79 persen, dan infrastruktur 0,77 persen. Namun, di sisi lain, beberapa sektor masih harus bergulat di zona merah. Sektor energi menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 2,04 persen, disusul barang baku yang melemah 0,93 persen, teknologi turun 0,31 persen, sektor primer terkoreksi 0,13 persen, dan kesehatan yang turun tipis 0,09 persen.

Di tengah pergerakan indeks yang positif, sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers. Saham PT Ingria Pratamindo Tbk (GRIA) melonjak 34,48 persen ke level 156, PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) naik 28,33 persen ke 77, dan PT Tunas Alfin Tbk (TALF) menguat 25 persen ke level 975. Sementara itu, tekanan jual terlihat pada beberapa emiten lainnya. Tiga saham yang menjadi top losers antara lain PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) yang turun 15 persen ke level 119, PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) melemah 14,89 persen ke 120, dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang terkoreksi 14,58 persen ke 246.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar