Venezuela Tetapkan Status Keguncangan Eksternal Usai Tuding AS Lakukan Agresi

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 16:42 WIB
Venezuela Tetapkan Status Keguncangan Eksternal Usai Tuding AS Lakukan Agresi

Venezuela kembali melontarkan kecaman keras. Kali ini, sasarannya adalah Amerika Serikat, yang dituding melakukan agresi militer di sejumlah titik. Menurut laporan, serangan terjadi tidak hanya di ibu kota Caracas, tapi juga menjalar ke negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira menyasar lokasi sipil maupun fasilitas militer.

Dalam pernyataan resminya, pemerintah Caracas tak tanggung-tanggung menyebut aksi AS ini melanggar Piagam PBB. Mereka secara spesifik menunjuk Pasal 1 dan 2, yang jadi fondasi penghormatan kedaulatan dan larangan penggunaan kekuatan. Intinya, langkah Washington dinilai sebagai tamparan bagi hukum internasional.

“Setelah lebih dari 200 tahun merdeka, rakyat dan pemerintah sah Venezuela tetap teguh mempertahankan kedaulatan dan hak menentukan nasib sendiri,” begitu bunyi pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu, 3 Januari.

Di sisi lain, ada kekhawatiran serius bahwa stabilitas kawasan jadi taruhan. Venezuela menilai agresi ini bukan cuma urusan dua negara, tapi ancaman bagi perdamaian di seluruh Amerika Latin dan Karibia. Mereka meyakini motif AS jauh dari mulia: merebut kendali atas sumber daya strategis, terutama minyak dan mineral, sekaligus mencoba menghancurkan kemandirian politik Caracas. Namun, mereka bersikukuh upaya semacam itu pasti gagal.

Narasi perjuangan melawan intervensi asing sengaja diangkat. Pemerintah mengingatkan bahwa sejak merdeka tahun 1811, bangsa ini sudah berkali-kali menghadapi dan mengalahkan kekuatan luar. Mereka menyebut Presiden Cipriano Castro di era 1902, lalu menggaungkan semangat Simón Bolívar, seraya menyerukan rakyat untuk bangkit lagi.


Halaman:

Komentar