Langkah konkret pun diambil. Presiden Nicolás Maduro disebut telah memerintahkan aktivasi penuh semua rencana pertahanan nasional. Keadaan "keguncangan eksternal" ditetapkan di seluruh wilayah. Angkatan Bersenjata dikerahkan dalam satu kesatuan dengan rakyat dan polisi semua untuk menjamin kedaulatan tetap utuh.
Namun begitu, jalur damai tidak ditinggalkan. Venezuela berencana melayangkan protes resmi ke berbagai forum internasional. Mereka akan mendatangi Dewan Keamanan PBB, Sekjen PBB, hingga organisasi kawasan seperti CELAC dan Gerakan Non-Blok. Mereka juga bersiap menggunakan hak membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB.
Seruan solidaritas internasional digaungkan, khususnya kepada negara-negara di Amerika Latin dan Karibia, untuk bersama menentang apa yang disebut "agresi imperialis" AS.
Pernyataan itu ditutup dengan kutipan mendiang Hugo Chávez, seolah memberi semangat: bahwa jawaban atas setiap kesulitan adalah “persatuan, perjuangan, pertempuran, dan kemenangan.” Sebuah pesan yang jelas ingin menyatukan opini dalam negeri sekaligus mengirim sinyal ke dunia luar.
Artikel Terkait
Retret Kabinet Berakhir, Prabowo Apresiasi Inisiatif Menteri dan Sinyalkan Optimisme 2026
Pikiran Kita, Peta Mereka: Ketika Algoritma Menggambar Ulang Realitas
Pemerintah Segera Cairkan Kompensasi untuk Korban Banjir Sumatera
Mengapa Kita Merasa Bersalah Saat Hanya Ingin Berhenti Sejenak?