SUKABUMI – Kabar duka datang dari Kabupaten Sukabumi. Seorang bocah berinisial NS (12 tahun) meninggal dunia dalam kondisi yang memilukan. Diduga, ia menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya sendiri. Peristiwa ini tentu saja menyentak dan menimbulkan gelombang empati dari masyarakat.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, korban sempat dirawat intensif selama delapan jam di IGD RSUD Jampang Kulon. Keadaannya waktu itu benar-benar kritis, dengan luka bakar parah di hampir sekujur tubuhnya. Yang membuat hati semakin pilu, sebelum wafat, sang bocah sempat mengaku bahwa lukanya itu akibat perbuatan ibu tirinya.
Tangis histeris ayah kandungnya, Anwar Satibi, memecah kesunyian di rumah sakit. Ia tak menyangka pertemuan dengan anak pertamanya akan berakhir seperti ini. Dalam video yang beredar, kesedihan dan keputusasaan terpancar jelas dari raut wajahnya. Anwar punya kecurigaan kuat. Untuk itu, ia meminta jalan autopsi guna mengungkap kebenaran yang sesungguhnya.
Menurut pengakuan Anwar, ini bukan kali pertama anaknya mendapat perlakuan buruk. Pada 2025 lalu, pernah terjadi penganiayaan serupa. Saat itu, masalah diselesaikan secara mediasi setelah ibu tiri sang anak memohon maaf.
Sayangnya, harapan itu pupus. Setelah berjuang delapan jam di ICU, nyawa NS tak tertolong. Jenazahnya kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Setukpa Polri untuk menjalani autopsi, sebelum akhirnya dimakamkan di Surade.
Artikel Terkait
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Pimpinan Sindikat Pencucian Uang yang Masuk Daftar Interpol
Polisi Ungkap Motif Judi Online di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Ibu Kandung di Lahat
Ayah di Batam Diduga Setubuhi Anak Kandungnya Sejak Usia 7 Tahun
Roti Maros, Camilan Manis Khas Sulawesi Selatan dengan Isian Selai Srikaya