MURIANETWORK.COM - Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan akselerasi sejumlah program prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Jumat (13 Februari 2026). Target pertumbuhan ekonomi ditingkatkan, dengan harapan capaian kuartal II dapat mencapai 5,6 hingga 6 persen. Program yang akan didorong meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Tiga Juta Rumah.
Strategi Pendanaan dan Penguatan Sektor Riil
Di luar upaya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah juga mengandalkan skema pembiayaan kreatif. Airlangga menekankan pentingnya meningkatkan daya produktivitas dengan memanfaatkan instrumen pendanaan alternatif. Fokus lain yang tak kalah krusial adalah penguatan hilirisasi industri dan pengelolaan produk. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan, yang pada gilirannya akan memperbaiki neraca perdagangan ekspor dan impor Indonesia.
“Dan juga menjaga stabilitas fiskal dan tata kelola, terutama tadi catatan Presiden menjaga makroprudensial kita. Kemudian pemerintah dan otoritas memastikan stabilitas sektor keuangan dan kondisi pasar sudah seminggu kemarin mulai membaik dan arus modal berangsur juga masuk kembali,” jelas Airlangga.
Reformasi Pasar Modal dan Kerja Sama Global
Pada sektor pasar modal, pemerintah terus mendorong agenda reformasi untuk meningkatkan integritas dan daya tarik investasi. Beberapa hal yang menjadi perhatian mencakup justifikasi aturan free float, ketentuan mengenai pemilik manfaat akhir korporasi, serta percepatan proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Reformasi ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih transparan, likuid, dan kompetitif.
Di sisi eksternal, pemerintah aktif menjajaki peluang melalui kerja sama perdagangan internasional. Menurut Airlangga, hubungan dengan negara-negara kawasan Eropa menunjukkan prospek yang menjanjikan. Hal ini turut didukung oleh figur Kepala Negara yang dihormati di kalangan global.
“Sehingga berbagai perjanjian internasional mulai dengan EU, Kanada, kemudian dengan Eurasia, kemudian juga pra-CEPA dengan Inggris, dan yang terakhir tentu perundingan dengan AS yang sudah selesai perundingannya tinggal penandatanganan,” ungkapnya.
Dengan kombinasi strategi fiskal yang prudent, reformasi struktural di sektor keuangan, dan ekspansi kerja sama ekonomi global, pemerintah berupaya membangun fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah dinamika pasar dunia yang terus berubah.
Artikel Terkait
Gangguan Wesel di Manggarai, Layanan KRL Commuter Line Berangsur Pulih
Kemensos dan YLKI Kolaborasi Tangani Keluhan Penonaktifan BPJS PBI
Kemensos Kerahkan 30 Ribu Pendamping untuk Verifikasi 11 Juta Peserta BPJS PBI
AHY Targetkan Jembatan Musi V Beroperasional Sebelum Mudik 2026