JAKARTA - Kabar duka datang dari perbatasan Papua. Seorang prajurit TNI, Pratu Farkhan Sauqi Marpaung, meninggal dunia saat bertugas di Pos Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya. Yang membuat hati miris, kematiannya diduga kuat bukan karena medan tugas yang berat, melainkan akibat kekerasan yang dilakukan oleh seniornya sendiri.
Keluarga di Desa Hessa Air Genting, Asahan, Sumatera Utara, kini berduka. Mereka hanya bisa menunggu dengan perih, menanti jenazah sang anak yang harus dibawa pulang dari Timika. Kabar meninggalnya Farkhan sampai ke mereka pada Rabu lalu, disampaikan oleh anggota keluarga lain yang juga berbakti di TNI.
Ayah korban, Zakaria Marpaung, tak menyangka akhir tugas anaknya akan seperti ini. Dari informasi yang dia terima, insiden bermula saat Farkhan mengeluh sakit dan menggigil di posnya. Rekan-rekannya lantas menyarankan agar dia berjemur untuk menghangatkan badan.
Namun begitu, momen berjemur itulah yang justru berubah menjadi malapetaka.
Artikel Terkait
KUHP Baru Ancang-ancang Jerat Oknum Hukum yang Rekayasa Bukti
Menteri Agama Ingatkan ASN: Kain Putih di Sorotan Publik 24 Jam
Amien Rais Tantang Prabowo: Anda Belum Jadi Presiden Sungguhan
Kisah Lea dan Gelombang Cerai Gugat: Ketika Istri Lebih Berani Menolak Derita