Bukannya membaik, Farkhan justru diduga mengalami hukuman fisik dari seorang senior berpangkat Kopral Dua. Sang senior itu, menurut penuturan, memukuli Farkhan dengan ranting kayu dan menendang bagian rusuk dadanya.
Keadaan Farkhan pun langsung drop. Dia semakin lemah.
Melihat kondisi itu, rekan-rekannya buru-buru membawanya ke bagian kesehatan pos. Sayangnya, semua upaya pertolongan sudah terlambat. Nyawa prajurit muda itu tak tertolong. Ia tewas di tempat tugasnya, di pos perbatasan RI-Papua Nugini yang dijaga oleh Satgas Batalyon Yonif 113/Jaya Sakti.
Kini, selain duka, ada tanda tanya besar yang menggantung. Sebuah dugaan keras yang, jika terbukti, merupakan noda kelam di tengah pengabdian.
Artikel Terkait
KUHP Baru Ancang-ancang Jerat Oknum Hukum yang Rekayasa Bukti
Menteri Agama Ingatkan ASN: Kain Putih di Sorotan Publik 24 Jam
Amien Rais Tantang Prabowo: Anda Belum Jadi Presiden Sungguhan
Kisah Lea dan Gelombang Cerai Gugat: Ketika Istri Lebih Berani Menolak Derita