Ledakan Pipa Gas di Riau Picu Krisis, Produksi Minyak Blok Rokan Anjlok Drastis
Suasana mencekam masih menyelimuti Desa Batu Ampar di Indragiri Hilir, Riau. Ledakan keras yang mengguncang kawasan itu pada Jumat sore, 2 Januari lalu, ternyata bukan cuma soal kobaran api dan kepanikan warga. Dampaknya merembet jauh lebih dalam, hingga mengancam pasokan energi nasional. Produksi minyak di Blok Rokan, salah satu penyangga utama lifting minyak Indonesia, terpukul berat.
Yusri Usman, Direktur Eksekutif CERI, membenarkan kabar buruk ini. Menurut data yang dia peroleh, produksi harian Blok Rokan anjlok parah.
Angka itu sangat jauh dari kapasitas normal yang seharusnya mencapai 165 ribu barel per hari. Artinya, ada penurunan drastis sekitar 120 ribu barel. Penyebabnya berawal dari ledakan pipa milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) itu sendiri.
Masalahnya tidak berhenti di situ. Yusri memperingatkan risiko lain yang mengintai jika kondisi ini dibiarkan berlarut.
Insiden yang terjadi sekitar pukul empat sore itu memang dahsyat. Api membubung tinggi dengan radius mencapai 300 hingga 500 meter. Bukan cuma pipa gas yang hancur, tapi juga kehidupan warga di sekitarnya. Sepuluh orang dilaporkan menjadi korban luka-luka, enam di antaranya mengalami luka bakar serius. Empat lainnya cedera ringan karena terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri.
Artikel Terkait
Prabowo Sindir Pakar Ngarang di Podcast, Klaim Swasembada Beras Lebih Cepat dari Target
Hanya Dua Menit di Dunia, Tapi Penentu Nasib Abadi
Invasi AS ke Venezuela: Presiden Berbahaya untuk Taiwan?
Kepala Desa Polowiji Pusing, Dukungannya Malah Tepuk Roasting Wakilnya