Di tengah keramaian Lippo Mall Kemang, Senin lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan harapan besarnya. Ia mendorong Bank Jakarta untuk segera mempersiapkan diri melantai di bursa saham. Atau dalam istilah pasar modal, melakukan Initial Public Offering (IPO).
“Salah satu hal yang saya pesankan adalah saya betul-betul berkeinginan Bank Jakarta mempersiapkan diri untuk bisa IPO,” ujar Pramono dalam sambutannya.
Bagi Pramono, langkah ini bukan sekadar urusan pencarian modal. IPO dinilainya sebagai cara untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Bank akan menjadi lebih sehat, tidak lagi bergantung pada individu atau intervensi politik dari kepala daerah. Yang tak kalah penting, kepercayaan publik harus dibangun sebagai fondasi utama.
“Maka untuk itu sudah waktunya Bank Jakarta benar-benar mempersiapkan diri untuk menjadi bank profesional,” tegasnya.
Acara itu sendiri digelar untuk meluncurkan Kartu Debit Visa Bank Jakarta. Namun pesan sang Gubernur jelas mengambil porsi perhatian yang besar.
Di sisi lain, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, memaparkan bahwa peluncuran kartu debit ini adalah bagian dari transformasi yang lebih luas. Bukan cuma produk baru, tapi ini milestone penting. Transformasi itu berfokus pada penguatan transaksi, relevansi layanan, dan tentu saja, pengalaman nasabah.
Artikel Terkait
Huntara Aceh Tamiang Capai 75 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Pekan
Indonesia Amankan Hotel dan Lahan Strategis di Mekkah untuk Kampung Haji
Cak Imin Anggap Candaan Prabowo Soal PKB Tak Perlu Dibesar-besarkan
Honor Rp 10 Miliar Farel hingga Status Tersangka Richard Lee: 5 Berita yang Mengguncang Selasa