Tiga Nyawa Melayang di Warakas, Mulut Berbusa dan Ruam Merah Jadi Petunjuk Awal

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 04:00 WIB
Tiga Nyawa Melayang di Warakas, Mulut Berbusa dan Ruam Merah Jadi Petunjuk Awal

Korban tewas adalah seorang ibu berinisial S (50 tahun) beserta dua anaknya: AA (27 tahun) dan AA (13 tahun). Mereka ditemukan oleh anak kedua keluarga itu yang baru pulang kerja sekitar pukul delapan pagi.

Di sisi lain, korban yang selamat, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), disebutkan dalam kondisi yang cukup stabil. "Kondisinya cukup stabil," kata Iptu Seno Adji Pradana dari Kanit Resmob.

Barang Bukti dan Pemeriksaan Saksi

Untuk menguak misteri ini, polisi mengamankan sejumlah barang dari TKP. Barang-barang itu antara lain botol minuman dan bungkus bekas makanan. "Air mineral, air mineral yang dikemas dalam kemasan botol," sebut Seno Adji Pradana saat merinci barang bukti.

Penyelidikan juga melibatkan pemeriksaan terhadap enam orang saksi. Mereka adalah tetangga dan orang-orang yang berada di rumah saat kejadian. Dua di antaranya bahkan tinggal satu atap dengan para korban.

"Dan satunya baru saja pulang dari bekerja, dan satunya juga berada di rumah tersebut," papar AKBP Onkoseno.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, AKP Handam Samudro, mengonfirmasi bahwa satu korban selamat masih dirawat intensif. Namun begitu, ia menekankan bahwa semua kesimpulan masih prematur. "Untuk penyebab dan perkembangan lainnya akan disampaikan setelah hasil penyelidikan dan identifikasi lengkap," tuturnya.

Kini, masyarakat dan keluarga menanti jawaban. Polisi masih bekerja, mengumpulkan petunjuk demi petunjuk, untuk menemukan titik terang di balik tragedi pilu satu keluarga di Warakas ini.


Halaman:

Komentar