Angkanya cukup mencengangkan. Sekitar 900 peserta dari sepuluh provinsi di Indonesia memadati venue. Yang bikin tambah semarak, ada juga delegasi dari Malaysia dan Jepang yang turut ambil bagian. Suasana persaingannya terasa benar-benar berbeda.
“Antusiasmenya luar biasa,” kata Hasbi.
Melihat respons positif itu, dia sudah menatap lebih jauh. Targetnya, tahun depan UIKA Championship bakal naik kelas menjadi kejuaraan internasional. Persiapan pun sudah mulai digarap dengan menjalin komunikasi ke berbagai perguruan tinggi dan komunitas silat di luar negeri.
Acara yang berjalan beberapa hari itu berhasil menampilkan pertandingan yang ketat namun penuh sportivitas. Bagi peserta mancanegara, ini jadi ajang yang pas untuk mengenal lebih dekat budaya pencak silat Indonesia. Momen penutupan diwarnai atraksi memukau dari atlet muda dan tentu saja, penyerahan penghargaan kepada para juara.
Dengan ditutupnya gelaran 2025 ini, harapannya jelas. UIKA Bogor ingin event ini jadi agenda tahunan yang makin besar pengaruhnya. Lebih dari itu, ini diharapkan bisa menjadi batu loncatan bagi lahirnya bibit-bibit pesilat tangguh yang suatu hari nanti mampu mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.
Artikel Terkait
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional
Pembentukan DOB Luwu Raya Tertunda, Tunggu Regulasi dan Keputusan Pusat