Whoosh Siap Hadapi Gelombang Penumpang Nataru, Kapasitas Ditambah 27%

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 06:42 WIB
Whoosh Siap Hadapi Gelombang Penumpang Nataru, Kapasitas Ditambah 27%

Liburan Natal dan Tahun Baru selalu jadi momen ramai untuk transportasi. Nah, kereta cepat Whoosh pun nggak mau ketinggalan. Menurut proyeksi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), jumlah penumpang mereka pada periode Nataru 2025/2026 bakal melonjak. Kenaikannya diperkirakan antara 10 sampai 25 persen dibanding tahun sebelumnya.

Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, membeberkan angka-angkanya. Kalau tahun lalu penumpang harian saat Nataru sekitar 23.300 orang, tahun ini diproyeksikan bisa tembus 26 ribu per hari. Lonjakan yang cukup signifikan, bukan?

"Jadi kalau kita bicara rata-rata peningkatannya, mungkin bisa menjadi sekitar 10 sampai dengan 25 persen, seperti itu,"

kata Eva dalam Media Briefing di Stasiun Halim, Jakarta Timur, Jumat lalu.

Sebenarnya, tren kenaikan ini sudah terlihat dari dulu. Eva pun memaparkan, rata-rata penumpang harian terus merangkak naik. Tahun lalu, angkanya masih sekitar 14-16 ribu sehari. Kini, di hari kerja biasa bisa mencapai 16-18 ribu. Sedangkan di akhir pekan, lebih ramai lagi, antara 18 hingga 21 ribu penumpang.

"Jadi kalau tadi kita udah bicara mengenai ketersediaan tempat duduk, tentunya ini juga diprediksi dari peningkatan jumlah penumpang yang akan bertambah," lanjutnya.

Menyikapi hal ini, KCIC sudah siap-siap. Masa angkutan Nataru mereka tetapkan mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Posko khusus pun dibentuk. Semua ini buat mengantisipasi membludaknya calon penumpang.

"Artinya mulai dari misalnya jumlah perjalanan, kemudian ketersediaan tempat duduk, gateway-nya ini juga sudah sangat beda jika dibandingkan dengan masa lalu di tahun lalu," tutur Eva.

Siaga Penuh: Tambah Kursi dan Perjalanan

Lalu, apa saja sih persiapannya? Yang jelas, layanan diperbanyak. Tahun lalu, Whoosh masih beroperasi 48 kali perjalanan sehari. Untuk Nataru mendatang, jumlah itu naik jadi 62 trip. Jarak antar jadwal kereta juga dipadatkan. Headway yang dulu antara 30 sampai 60 menit, sekarang dipangkas jadi setiap 30 menit saja.

Dari sisi bangku, kapasitasnya juga ditingkatkan. Eva menjelaskan, ketersediaan tempat duduk tahun lalu sekitar 28.848 kursi per hari.

"Nah untuk yang sekarang di tahun ini karena sudah meningkat dari 62 perjalanan, sehingga ketersediaan tempat duduk per harinya itu juga meningkat. Mencapai sekitar 37.262 (tempat duduk)," jelasnya.

Kalau dihitung total selama periode Nataru, kursi yang tersedia mencapai 659.898. Angka itu naik sekitar 27 persen dari tahun sebelumnya yang cuma 519.264 kursi. Upaya lain yang dilakukan adalah menyiagakan ratusan petugas. Ada 530 orang untuk pengamanan, baik di stasiun maupun di dalam kereta. Belum lagi 688 petugas pelayanan yang siap membantu.

"Nah petugas pelayanan ini nanti juga akan kita dibuat variasi untuk fungsinya. Jadi memang ada yang mereka standby di titik-titik lokasi area pelayanan seperti misalnya gate, kemudian di peron. Tapi akan ada juga petugas pelayanan mobile, jadi customer service mobile," ucap Eva.

Intinya, semua sudah disiapkan. Tinggal menunggu hari H, apakah prediksi lonjakan penumpang itu benar-benar terjadi. Yang pasti, KCIC berusaha agar perjalanan masyarakat tetap lancar dan nyaman di musim liburan nanti.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar