Ribuan dokumen baru dari Departemen Kehakiman AS akhirnya menguak sisi lain dari Jeffrey Epstein. Kali ini, sorotan jatuh pada dunia kripto. Ternyata, jauh sebelum namanya jadi berita besar, pria yang dihukum karena kejahatan seksual itu sempat menyuntikkan modal ke Coinbase, platform perdagangan aset kripto yang kini raksasa. Investasi ini, nyaris tak pernah terdengar sebelumnya.
Menurut Bloomberg, Epstein menggelontorkan sekitar 3 juta dolar AS ke Coinbase di tahun 2014. Caranya? Melalui perusahaan bernama IGO Company LLC yang berbasis di Kepulauan Virgin AS. Detail ini muncul dari surel-surel yang baru saja dibuka untuk publik.
Perlu diingat, enam tahun sebelum transaksi itu, Epstein sudah mengaku bersalah atas dakwaan prostitusi. Ia menjalani hukuman penjara, meski banyak yang menilai hukumannya terlalu ringan.
Nah, transaksi dengan Coinbase ini rupanya melibatkan beberapa nama terkenal di jagat kripto.
Brock Pierce, miliarder kripto yang juga mantan aktor cilik, disebut sebagai perantaranya. Saat itu Pierce menjabat sebagai managing partner di Blockchain Capital, sebuah firma modal ventura. Brad Stephens, salah satu pendiri Blockchain Capital, juga ikut terlibat dalam urusan ini.
Yang menarik, Fred Ehrsam salah satu pendiri Coinbase tampaknya tahu soal keterlibatan Epstein. Dari korespondensi email yang ada, Ehrsam sempat berusaha mengatur pertemuan dengan Epstein lewat perantara Blockchain Capital. Tapi, entah pertemuan itu benar-benar terjadi atau tidak, tidak ada yang tahu pasti.
Hingga berita ini ditulis, perwakilan Coinbase memilih untuk tidak berkomentar. Begitu pula dengan Blockchain Capital, Brock Pierce, dan Fred Ehrsam. Semuanya diam.
Semua informasi ini meluncur dari tumpukan berkas Epstein yang dirilis DOJ pekan lalu. Isinya ribuan halaman, membongkar soal keuangan dan aktivitas bisnisnya meski banyak bagian yang masih disensor hitam. Rilis ini sendiri terjadi setelah Kongres mengesahkan undang-undang baru tahun lalu, didorong oleh tekanan dari para legislator dari kedua partai, korban, dan aktivis.
Kala itu, kepemilikan Epstein di Coinbase memang kurang dari 1 persen. Tapi nilainya luar biasa: sekitar 400 juta dolar AS! Pada 2018, Blockchain Capital bahkan sempat mencoba membeli kembali sebagian saham Epstein itu. Epstein sendiri dikabarkan lagi mempertimbangkan untuk masuk lagi ke Coinbase, lewat putaran pendanaan Seri E. Sekarang, setelah melantai di bursa tahun 2021, nilai pasar Coinbase nyaris menyentuh 50 miliar dolar AS.
Soal investasi ini, Blockchain Capital memberikan klarifikasi ke Decrypt media yang lebih dulu memberitakannya. Mereka mengakui adanya korespondensi, tapi bersikeras bahwa investasi lewat dana mereka tak pernah terjadi. Epstein, kata mereka, berinvestasi secara langsung lewat perusahaannya sendiri.
Coinbase bukan satu-satunya. Epstein ternyata juga merambah ke perusahaan lain.
Di tahun yang sama, 2014, ia mendanai Blockstream, sebuah pengembang Bitcoin. Ini terungkap dari email-email yang sama.
Tapi kepemilikan sahamnya di Blockstream tidak bertahan lama.
Adam Back, CEO dan salah satu pendiri Blockstream, mengaku mereka menjual saham Epstein hanya beberapa bulan kemudian. Alasannya? Potensi konflik kepentingan dan beberapa kekhawatiran lain. Back menegaskan, perusahaannya sama sekali tidak punya hubungan keuangan, langsung maupun tidak, dengan aset-aset peninggalan Epstein.
Jadi, meski investasi kriptonya cukup mengejutkan, itu hanyalah bagian kecil dari portofolio Epstein yang sangat besar. Melalui jaringan bisnisnya yang rumit itulah ia mendapatkan akses akses ke lingkaran paling elit di dunia keuangan, media, dan teknologi.
Artikel Terkait
Indosat Bagikan Dividen Rp3,58 Triliun di Tengah Ekspansi Strategi AI
Cimory Ekspor Perdana Yogurt ke Vietnam Senilai Rp1,13 Miliar
Pendapatan HAJJ Tembus Rp287,64 Miliar di Kuartal I-2026, Margin Laba Kotor Melonjak 55 Persen
BEI Soroti Langkah Bukalapak Pulihkan Defisit Saldo Laba Rp7,1 Triliun