Diplomasi Nuklir AS-Iran Tetap Jalan di Tengah Insiden Militer yang Memanas

- Rabu, 04 Februari 2026 | 13:15 WIB
Diplomasi Nuklir AS-Iran Tetap Jalan di Tengah Insiden Militer yang Memanas

Ketegangan di Teluk Persia lagi-lagi memanas. Di tengah situasi yang sudah panas itu, ada kabar mengejutkan: Amerika Serikat dan Iran ternyata tetap berencana untuk melanjutkan pembicaraan nuklir mereka pekan ini. Rencananya, pertemuan akan digelar pada hari Jumat.

Latar belakangnya memang tidak tenang. Menurut laporan Fox News, baru-baru ini jet tempur AS menembak jatuh sebuah drone milik Iran. Drone itu disebut mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln yang sedang beroperasi di perairan dekat Iran. Insiden itu terjadi Rabu lalu.

Itu belum semuanya. Ada juga upaya dari pihak Iran yang konon berusaha menyita sebuah kapal tanker AS di Selat Hormuz yang sibuk itu. Untungnya, upaya penyitaan itu berhasil digagalkan oleh militer Amerika.

Nah, di tengah saling-silang insiden militer ini, diplomasi justru masih diupayakan. Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, dijadwalkan bertemu dengan perwakilan Iran. Awalnya Turki yang dipilih, tapi kabarnya Teheran ingin memindahkan lokasi pertemuan ke Oman. Lumayan berbelit juga.

Dari Gedung Putih, sikapnya jelas: pembicaraan tetap jalan.

"Pembicaraan tersebut saat ini masih dijadwalkan," tegas Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.

Namun begitu, dia juga menyisipkan pesan yang cukup keras. "Presiden Trump selalu ingin mengutamakan diplomasi, tetapi jelas dibutuhkan kerja sama dari kedua pihak. Anda membutuhkan mitra yang bersedia untuk melakukan diplomasi, dan itulah yang ingin dieksplorasi dan didiskusikan oleh Utusan Khusus Witkoff."

Leavitt lalu menambahkan, "Tapi, seperti biasa, tentu saja, presiden memiliki berbagai pilihan yang tersedia terkait Iran." Sebuah peringatan halus, tapi maknanya dalam.

Peringatan itu sejalan dengan sikap Trump selama ini. Dia berulang kali mendesak Iran untuk membuat kesepakatan, sambil di saat bersamaan mengerahkan lebih banyak kekuatan militer AS ke kawasan Timur Tengah. Tuntutannya dua hal: hentikan program nuklir dan stop pembunuhan terhadap para demonstran anti-pemerintah di Iran.

Jadi, beginilah situasinya. Satu sisi, senjata berbicara. Di sisi lain, meja perundingan masih disiapkan. Pekan ini akan menunjukkan mana yang lebih kuat: ketegangan atau diplomasi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar