Menurut Umay, fokus utama sekarang adalah memulihkan kondisi psikologis keluarga korban yang ditinggalkan. Di sisi lain, perusahaan juga akan menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk mengungkap akar penyebab kebakaran.
“Kami enggak ingin ada beberapa hal yang dirugikan di kejadian ini. Sekali lagi teman-teman mohon untuk doanya ya, untuk teman-teman kita yang sudah mendahului ya. Kita akui mereka sangat baik-baik sekali ya,” tuturnya.
Berdasarkan informasi terakhir, korban jiwa mencapai 22 orang. Seluruhnya telah teridentifikasi dan jenasahnya diserahkan oleh RS Polri Kramat Jati kepada keluarga masing-masing.
Sementara dari pemeriksaan awal, dugaan kuat kebakaran dipicu oleh baterai drone yang meledak di lantai satu. Polisi masih mendalami kasus ini. Sudah delapan saksi diperiksa, termasuk jajaran HRD dan manajemen perusahaan.
Artikel Terkait
Duka dan Tuntutan Ibu di Deli Serdang: Anaknya Tewas di Kapal Korea, Hak Asuransi Masih Mengambang
Bareskram Bongkar Kasus Saham Gorengan, IHSG Anjlok Terimbas
Di Balik Viralnya Lea: Perjuangan Seorang Ibu Melawan Kanker di Rumah Kontrakan Hijau
Gus Yaqut Diperiksa KPK, Penahanan Tunggu Hitung Mundur BPK